Filipina, Venuemagz.com – Filipina terus memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata ramah muslim di Asia dengan tumbuhnya ekosistem halal dan atraksi wisata ramah muslim di negara ini.
Momentum ini diperkuat dengan kerja sama pariwisata yang baik antara Filipina dengan negara muslim di kawasan, seperti Brunei, Indonesia, dan Malaysia melalui Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).
Filipina baru-baru ini diakui Mastercard-CrescentRating sebagai destinasi ramah muslim dan berada di peringkat ke-8 negara non-OIC dalam 2025 Global Muslim Travel Index (GMTI). Filipina juga terus mendapatkan pengakuan internasional terhadap upayanya memperkuat sektor pariwisata ramah muslim. Di sini, wisatawan dapat menemukan berbagai jenis akomodasi, restoran bersertifikat halal, atraksi budaya, dan layanan pariwisata yang didesain bagi wisatawan muslim.
Selain infrastruktur pariwisata, Filipina juga memperkuat sumber daya manusianya, mempersiapkan destinasi, dan inisiatif budaya untuk memperkuat citranya sebagai destinasi ramah muslim.
Departemen Pariwisata (DOT) juga terus memberikan dukungan melalui implementasi Muslim-Friendly Accommodation Establishment (MFAE) Recognition Program di seluruh hotel dan atraksi wisata, serta mengajak restoran, akomodasi, dan jasa pariwisata untuk mendapatkan sertifikasi halal.
Infrastruktur dan Pengalaman Wisata Halal
Hingga sekarang, DOT telah mengakui 67 Muslim-Friendly Accommodation Establishments (MFAEs) di seluruh Filipina. Hal tersebut mencerminkan komitmen Filipina untuk memperkuat ekosistem pariwisata halal dan ramah muslim.
Salah satu pelaku usaha yang mendukung upaya ini adalah Megaworld Hotels & Resorts yang menjadi jaringan hotel pertama di Filipina yang mendapatkan 100 persen pengakuan MFAE di seluruh propertinya.
Selain pengembangan infrastruktur pariwisata, Filipina juga memperkuat SDM pariwisatanya. Melalui berbagai pelatihan dan capacity building, sekitar 3.000 SDM pariwisata telah mendapatkan pengetahuan mengenai pariwisata halal, memahami kebutuhan para tamu muslim, dan pentingnya untuk memberikan pelayanan yang sesuai kepercayaan wisatawan muslim.
Boracay menjadi daerah yang berupaya kuat menjadi destinasi ramah muslim melalui sejumlah inisiatif, seperti peluncuran Marhaba Boracay, yakni area pantai seluas 800 meter persegi yang didedikasikan bagi tamu keluarga muslim.
Jumlah restoran halal dan fasilitas beribadah umat muslim di Boracay, Cebu, Cagayan de Oro, Davao City, dan Metro Manila juga terus bertambah.
Kolaborasi dengan Negara Muslim
Departemen Pariwisata Filipina juga terus memperkuat kerja sama dengan market negara muslim, termasuk dari Timur Tengah dan negara tetangga, seperti Brunei, Indonesia, dan Malaysia.
Konektivitas langsung dari market internasional ke beberapa destinasi seperti Manila, Cebu, dan Clark mempermudah wisatawan untuk menikmati berbagai atraksi pariwisata di Filipina yang beragam. Konektivitas domestik juga memudahkan wisatawan untuk berpindah dari satu kota ke kota lainnya.
Ketika market wisata halal terus tumbuh, Filipina terus berkomitmen memberikan pengalaman berwisata yang ramah, penuh dengan keberagaman budaya, dan menghargai para wisatawan muslim.






