BerandaNewsDKI Jakarta Kembangkan Wisata Halal

DKI Jakarta Kembangkan Wisata Halal

Published on

spot_img

Pasar wisatawan muslim adalah salah satu sektor pariwisata yang mempunyai pertumbuhan tercepat di dunia. Menurut Global Muslim Travel Index, jumlah wisatawan muslim pada tahun 2020  sebanyak 158 juta orang dengan pertumbuhan 6 persen dan mempunyai pengeluaran US$300 miliar. Untuk itu, banyak negara berusaha untuk menangkap peluang tersebut dengan mengembangkan wisata halal, seperti Korea Selatan, Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, dan lain sebagainya.

Hamid Ponco Wibowo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, mengatakan, saat ini di beberapa negara mempunyai tren baru, seperti Inggris mencanangkan sebagai pusat keuangan syariah di Barat, Thailand menjadi dapur halal dunia, serta Australia mempunyai visi menjadi pemasok daging sapi halal terbesar di dunia.

BACA JUGA:  Sertifikasi untuk Meningkatkan Popularitas Destinasi Wisata Halal

Indonesia sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia sudah pasti menjadi target pasar mereka. Pada sisi lain, Indonesia memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan muslim dari negara lain. Merujuk pada Global Muslim Travel Index 2019, Indonesia berada pada urutan pertama Top Halal Tourist Destinations 2019 dengan skor 78, diikuti dengan Malaysia, Turki, dan Arab Saudi.

BACA JUGA:  MarkPlus Tourism Menjadi Anggota Pacific Asia Travel Association (PATA)

Untuk mendorong pengembangan industri pariwisata halal di Indonesia, khususnya di Jakarta, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Jakarta Tourism Forum (JTF) dan PHRI DKI Jakarta mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sertifikasi Halal Dapur dan Restoran Hotel”. FGD ini bertujuan untuk mengembangkan wisata halal di DKI.

Gelaran yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 4 September 2019 ini dihadiri oleh Salman Dianda Anwar, Ketua JTF; Hamid Ponco Wibowo, Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta; Mohamed Khair bin Muhamed Noor dari Muis (Majelis Ugama Islam) Singapura; DR Yono Haryono dari Departemen Ekonomi Keuangan Syariah Bank Indonesia; Joko Budi Jaya, GM Aston Hotel Makassar; serta para general manager hotel di Jakarta.

BACA JUGA:  Keripik Singkong Go International

Anang Sutono, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata, mengatakan, “Pariwisata halal adalah seperangkat layanan tambahan amenitas, atraksi, dan aksesibilitas yang ditujukan dan diberikan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan muslim.”

Pariwisata halal adalah bagian strategi untuk memanfaatkan peluang pariwisata dengan menciptakan pasar baru. “Pariwisata halal adalah untuk memenuhi persyaratan utama bagi saudara-saudara kita yang muslim, hak bagi muslim mendapatkan produk halal. Sementara bagi masyarakat umum ini menjadi pilihan, bahkan di negara-negara maju menjadi lifestyle,” ujar Salman.  

spot_img
spot_img

Mercure Jakarta Batavia dan Museum Wayang Hadirkan Pameran Wayang

Dalam rangka memperingati HUT ke-499 kota Jakarta, Mercure Jakarta Batavia berkolaborasi dengan Museum Wayang...

Masa Depan Pariwisata Asia Pasifik ada di Wisatawan Berkualitas

Jakarta, Venuemagz.com -- Selama beberapa dekade, standar pariwisata global sangat mudah ditebak: arus wisatawan...

InJourney Hospitality House Beri Pelatihan Pelaku Pariwisata di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Venuemagz.com -- Pada 10-12 Juni 2026, PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), PT...

The Grand Platinum Jakarta Rayakan Hari Jadi Pertama

Jakarta, Venuemagz.com – Juni tahun ini, The Grand Platinum Jakarta merayakan hari jadinya yang...

Filipina Perkuat Infrastruktur Pariwisata Ramah Muslim

Filipina, Venuemagz.com – Filipina terus memperkuat posisinya sebagai tujuan wisata ramah muslim di Asia...

Global Muslim Travel Index Nobatkan Indonesia sebagai Destinasi Ramah Muslim Dunia

Indonesia kembali berhasil meraih predikat "Top Muslim Friendly Destination of The Year 2024" dalam...

DKI Jakarta Targetkan Menjadi Pusat Wisata Halal Dunia

Global Muslim Travel Index (GMTI) memperkirakan jumlah wisatawan halal dunia akan mencapai 158 juta orang...