Filipina, Venuemagz.com -Sektor pariwisata Vietnam menunjukkan kebangkitan luar biasa pasca-pandemi. Pada tahun 2025, negara ini berhasil melampaui capaian pariwisata sebelum pandemi 2019 dengan torehan 21,2 juta wisatawan mancanegara. Angka tersebut naik 20,4% dibanding tahun sebelumnya, sekaligus menjadikan Vietnam salah satu destinasi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Total devisa yang dihasilkan dari sektor ini mencapai sekitar US$38 miliar.
Menurut Nguyen Quy Phuong, Director for Tourism Marketing & International Relations Vietnam National Authority of Tourism (VNAT), keberhasilan ini tidak lepas dari serangkaian kebijakan strategis pemerintah Vietnam. Salah satu faktor utama adalah penerapan e-visa yang mudah dan fleksibel, di mana wisatawan asing dapat tinggal hingga 90 hari tanpa biaya tambahan.
Selain itu, konektivitas udara yang semakin luas juga berperan penting. “Lebih dari 75 maskapai saat ini terbang ke berbagai kota di Vietnam,” ujar Phuong dalam acara Media Briefing ASEAN Tourism Forum 2026 yang berlangsung pada 28 Januari 2026.
Melihat tren positif ini, pemerintah Vietnam menargetkan 25 juta wisatawan internasional pada 2026, atau naik lebih dari 17% dibanding tahun sebelumnya. Sektor pariwisata kini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yaitu sekitar 6,6% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Peningkatan ini didorong oleh kebijakan visa yang longgar, ekspansi rute udara, serta promosi berkelanjutan di pasar global. VNAT memimpin strategi baru yang berfokus pada transformasi pariwisata dari tahap pemulihan menuju akselerasi berkelanjutan.
Diversifikasi Produk Wisata
Untuk mempertahankan momentum, Vietnam terus mendiversifikasi produk wisata. Sejumlah sektor unggulan dikembangkan, antara lain wisata budaya dan heritage, wisata alam dan ekowisata, wisata bahari, wisata kuliner, wisata kesehatan, serta wisata perkotaan.
Salah satu inovasi terbaru yang menjadi sorotan adalah Hanoi 5 Gates Train, kereta wisata budaya bertema warisan sejarah yang diluncurkan oleh Vietnam Railways Corporation pada Agustus-September 2025. Kereta ini merupakan double-decker pertama di Vietnam dengan 10 gerbong, lima di antaranya mengusung tema gerbang bersejarah Hanoi. Kehadiran kereta ini diharapkan memperkaya pengalaman wisata budaya di ibu kota.
Peningkatan Infrastruktur Pariwisata
Pemerintah Vietnam juga tengah gencar memperluas infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan pariwisata. Proyek besar seperti Long Thanh International Airport ditargetkan menjadi bandara terbesar di Vietnam dan mulai beroperasi pada 2026. Selain itu, pengembangan Bandara Phu Quoc dan Gia Binh juga dilakukan agar berstandar internasional dan siap menyambut delegasi APEC 2027.
Upaya lain yang tak kalah ambisius adalah rencana pembangunan kereta cepat North-South Express Railways, yang akan menghubungkan berbagai kota utama di Vietnam dengan kecepatan hingga 350 km per jam. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempercepat mobilitas wisatawan, tetapi juga memperkuat konektivitas antar-wilayah dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Vietnam kini semakin mantap memosisikan diri sebagai destinasi unggulan di Asia Tenggara, menawarkan perpaduan menarik antara budaya, alam, kuliner, dan inovasi modern yang memukau wisatawan dunia.





