Melihat Pemandangan 5 Gunung di Ketep Pass

Thursday, 25 July 19 Bonita Ningsih
Ketep Pass

Berkunjung ke Magelang belum lengkap jika belum menyinggahi Ketap Pass. Di sini, para pengunjung akan disuguhkan pemandangan lima gunung yang berada di wilayah Jawa Tengah, yakni gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet.

Iwan Sutiarso, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang, mengatakan, saat ini Ketep Pass menjadi destinasi prioritas di Magelang dan sekitarnya. Hal ini merujuk dari jumlah wisatawan yang datang ke sana selama 2018 hampir di angka 350.000 orang.

Destinasi Ketep Pass cocok untuk wisatawan yang ingin menghirup udara sejuk karena berada di ketinggian 1.200 mdpl. Dengan luas 8.000 meter persegi, Ketep Pass mampu menampung ribuan orang setiap harinya.

“Kalau lagi peak season bisa mencapai 4.000-5.000 pengunjung. Paling banyak waktu Lebaran tiba, bisa mencapai angka 8.000 orang,” kata Edwar Alfian, Kepala Bagian Pemasaran Badan Pengelola Obyek Wisata (BPOW) Ketep Pass.

Tempat tertinggi di Ketep Pass bernama Pelataran Puncak Panca Arga. Di tempat ini, pengunjung dapat melihat pemandangan lima gunung melalui dua gardu pandang yang ada di sana.

“Tapi memang tergantung cuaca, kalau cerah bisa kelihatan semua gunungnya. Kalau berkabut seperti ini, tidak akan terlihat sama sekali,” ujar Edwar.

Tidak hanya memberikan pemandangan gunung yang indah, Ketep Pass juga menghadirkan wisata edukasi terkait gunung Merapi. Di tempat ini ada Museum Ketep Volcano Center yang menyajikan informasi terkait Gunung Merapi berupa miniatur, dan juga Ketep Vulcano Theater yang menayangkan film-film dokumenter letusan Gunung Merapi. Ruang teater ini memiliki kapasitas untuk 80 orang.

“Film dokumenter ini menceritakan tentang meletusnya gunung Merapi tahun 2010. Tapi, kita juga buat film yang menceritakan gunung Merapi meletus, bagaimana sifat gunungnya saat itu, hingga proses mitigasi,” ucapnya lagi.

Selain itu, di Ketep Pass sering mengadakan festival kebudayaan atau festival musik yang diadakan setiap hari minggu pukul 10.00 hingga 14.00 WIB. Festival ini dibuka untuk umum dan tidak dikenakan biaya tambahan untuk melihatnya.

“Kita cenderung menampilkan atraksi budaya, seperti jatilan dan tari soreng. Tapi, kadang-kadang juga ada live music di sini,” kata Edwar.

Menghadirkan atraksi budaya khas Magelang merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Ketep Pass. Menurut data dari Disparpora Magelang, wisatawan mancanegara yang masuk ke Ketep Pass hanya 1.146 orang.

“Turis asing ke sini hanya sekitar 5 persen saja karena mereka tidak banyak yang tahu kalau di Magelang ada tempat wisata seperti ini. Mereka hanya tahu Borobudur, dan mereka tahunya Borobudur itu di Jogja. Jadi, destinasi sekitar Borobudur jarang turis asing,” dia menjelaskan.

Menurutnya, ini menjadi tantangan terberat bagi pihaknya dan seluruh pelaku untuk mempromosikan destinasi di sekitar Magelang. Salah satu cara yang dapat dilakukan ialah memberikan informasi bahwa Candi Borobudur berada di Magelang, bukan di Yogyakarta.

“Karena mereka tahunya Borobudur di Jogja, jadi mereka lebih memilih menginap di sekitar Jogja. Jadi, dengan informasi ini, kita ingin ke depannya banyak turis yang menginap di Magelang dan wisata di sini pun akan banyak yang didatangi,” imbuhnya.

Wisata Ketep Pass buka setiap hari Senin-Minggu pukul 06.00 – 18.00 WIB dengan tiket masuk Rp10.500 untuk hari Senin-Sabtu, dan Rp12.500 setiap hari minggu. Sedangkan untuk menonton film di Ketep Vulcano Theater dikenakan biaya lagi sebesar Rp9.000 per orang.