Isi Libur Lebaran dengan Jeep Lava Tour Merapi

Tuesday, 04 June 19 0 Comments   Bonita Ningsih

Libur Lebaran telah tiba. Bagi Anda yang belum punya rencana bepergian, ada baiknya mencoba wisata Jeep Lava Tour Merapi. Anda dapat mengajak keluarga dan sanak saudara ke sana karena di musim libur Lebaran ini, wisata Jeep Lava Tour akan menyediakan kurang lebih 500 armada jip layak pakai yang dapat digunakan untuk menjelajahi kawasan wisata lereng Gunung Merapi.

Wisata Jeep Lava Tour Merapi merupakan wisata petualangan di Yogyakarta yang berlokasi di Kaliurang. Wisata ini menawarkan perjalanan menggunakan mobil jip untuk menelusuri sisa erupsi letusan Gunung Merapi pada 2010 silam.

Wisata lava tour ini dapat dinikmati berbagai kalangan masyarakat, bukan hanya untuk pencinta petualang dan olahraga ekstrem. Pengemudi jip di lava tour sudah diberikan pelatihan khusus dalam berkendara sehingga Anda akan merasa aman dan nyaman saat menjelajah lereng Gunung Merapi. Bahkan, pihak pengelola sudah melindungi penumpang jip dengan asuransi jiwa. Di dalam satu jip hanya diperbolehkan maksimal empat orang penumpang.

Salah satu pengemudi jip di lava tour mengatakan, seluruh pengemudi jip berada di bawah naungan Indonesia Off-road Federation (IOF) yang berfungsi untuk membina para pengelola jip lava tour. Di dalam naungan IOF, mereka akan diberikan informasi-informasi mengenai persyaratan teknik berkendara off road, safety driver, penanganan situasi darurat di jalan, teknik dan praktik scrooting kendaraan, hingga teknik praktik berkendara dan pemanduan. Hampir tiap bulan semua driver jip di sini ada evaluasi, jadi semuanya akan aman.

Anda akan dibawa ke beberapa destinasi wisata yang ada di sana, tergantung dari rute trip yang dipilih. Berikut ini destinasi wisata yang dapat Anda temui selama lava tour:

  • Museum Sisa Hartaku

Museum ini merupakan saksi bisu dari kedahsyatan erupsi merapi pada 2010 lalu yang di dalamnya terdapat benda-benda tersisa saat kejadian itu. Museum ini awalnya merupakan rumah salah satu warga korban erupsi. Namun, setelah peristiwa itu terjadi, salah seorang anaknya berinisiatif untuk mengumpulkan sisa barang yang ada di sana dan dijadikan sebuah museum Sisa Hartaku.

Pada sisi depan museum Anda akan melihat kerangka hewan sapi, peralatan dapur, buku, dan beberapa barang lainnya. Museum ini juga menampilkan foto-foto dan tulisan yang menggambarkan kepedihan saat terjadinya bencana alam tersebut.

  • Batu Alien

Salah satu hal unik yang dapat ditemui saat perjalanan lava tour ialah keberadaan batu alien di Dusun Jambu, Desa Kepuharjo, Cangkringan Sleman, Yogyakarta. Batu alien ini berbentuk bongkahan batu besar yang tiba-tiba muncul setelah erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam. Jika dilihat selintas, tidak ada yang aneh dengan bongkahan batu ini. Namun, jika dilihat lebih dekat, bongkahan batu tersebut mirip dengan wajah manusia. Dengan bentuk yang seperti itu, warga sekitar mulai menyebutnya dengan nama Batu Alien.

  • Petilasan Rumah Mbah Maridjan

Tempat ini berada hanya 4 kilometer dari puncak Gunung Merapi, tepatnya di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Tempat ini memiliki sejarah yang kuat karena jasad Mbah Maridjan ditemukan di titik ini seusai erupsi.

Di Petilasan ini terdapat beberapa bangunan, di antaranya adalah dua buah bangunan berbentuk joglo dilengkapi dengan foto Mbah Maridjan yang sedang memangku wajahnya dengan mengenakan songko hitam sambil tersenyum. Di depan foto tersebut terdapat sebuah susunan batu yang menyerupai kuburan. Konon katanya, itulah titik di mana terakhir kalinya Mbah Maridjan ditemukan dalam keadaan bersujud.

  • Bunker Kaliadem

Bunker Kaliadem memiliki sejarah yang panjang karena dibangun sejak masa kolonial Belanda. Awalnya, bunker ini berfungsi untuk mengamati aktivitas Gunung Merapi dari dekat. Namun, semua itu berubah ketika peristiwa erupsi pada 2010 silam. Bunker Kaliadem sempat terkubur di bawah material vulkanik setebal 4 meter. Namun, berhasil digali dan dibersihkan kembali pada 2013 sehingga saat ini menjadi salah satu destinasi wisata merapi di lava tour. Menariknya lagi, di sini Anda akan mendapatkan spot foto terbaik karena menampilkan pemandangan indah dari Gunung Merapi.

  • Stonehenge Merapi Yogyakarta

Bangunan ini mirip dengan salah satu situs sejarah dunia yang ada di Inggris. Meskipun hanya berupa replikanya, Stonehenge Yogyakarta memiliki bentuk yang sama seperti Stonehenge Inggris. Bebatuan tegak dan berjejer membentuk lingkaran, sangat pas untuk digunakan foto-foto para pengunjungnya.

Stonehenge Yogyakarta berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Susunan bebatuan sepanjang 4 meter yang terbentang di area seluas 200 meter persegi ini berasal dari sisa erupsi Gunung Merapi.

  • Kali Kuning

Lokasi ini menjadi spot terbaik dan dijadikan primadonanya dari lava tour. Kali Kuning terdapat di sekitar lereng Gunung Merapi yang memiliki panorama menawan. Sumber air dari Kali Kuning berasal dari mata air yang bernama Umbul Wadori.

Setiap wisatawan yang mengikuti lava tour sangat menantikan momen ini karena di Kali Kuning ini mereka akan diuji nyalinya. Para pengemudi jip akan mengajak wisatawan berkeliling sekitar Kali Kuning dengan jendela dan atas terbuka.

Sensasi cipratan air dari Kali Kuning akan membasahi seluruh tubuh penumpang mobil jip. Agar lebih menantang, sang pengemudi akan melajukan jipnya dengan cepat di atas bebatuan Kali Kuning. Goncangan demi goncangan di dalam jip akan menjadi pengalaman yang paling menarik saat Anda mengikuti wisata Jeep Lava Tour Merapi.

Untuk merasakan sensasinya naik mobil jip, pengunjung dapat memilih paket wisata yang ditawarkan. Ada tiga rute trip yang ditawarkan, yakni short trip selama dua jam, medium trip selama 2,5 jam, dan long trip selama 3,5 jam. Harga untuk short trip Rp350.000, medium trip Rp450.000, dan Rp600.000 untuk long trip. Namun, selama libur Lebaran akan ada kenaikan harga sebanyak Rp50.000 per paketnya dan kenaikan harga ini akan berlangsung selama 10 hari ke depan.