Jepang, Venuemagz.com – Hoshino Resorts, salah satu grup hospitality di Jepang, meluncurkan hasil survei 2025 Inbound Travel Report berdasarkan dari 70 propertinya yang ada di seluruh Jepang.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa wisatawan kini mulai beralih dari Golden Route dan memilih untuk liburan lebih lama demi menjalin koneksi lebih erat dengan budaya, komunitas setempat, dan lingkungan alam di Jepang.
Jepang diprediksi menyambut 40 juta wisatawan mancanegara pada 2026. Yoshiharu Hoshino, CEO Hoshino Resorts, mengatakan, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing akan mencapai titik puncaknya. Karena itu, sangat penting bagi para pelaku pariwisata di Jepang untuk mengalihkan fokus mereka: dari ekspansi ke retensi.
Untuk mengatasi dampak negatif dari pariwisata terhadap kota-kota besar, Hoshino mengatakan, “Kita harus aktif mengajak wisatawan untuk menjelajahi area pedesaan”.
“Perpindahan dari ekspansi ke maintenance sangat penting karena mengalihkan revenue dan jumlah wisatawan ke daerah yang kurang populer tidak hanya menaikkan kualitas para pengunjung, tapi juga mengamankan revitalisasi setiap daerah dan menjaga kearifan budaya setempat,” ujar Hoshino.
Pada 2025, Hoshino Resorts mencatatkan jumlah tamu mencapai 1,33 juta tamu internasional di 68 propertinya, mulai dari Hoshinoya, Kai, Risonare, Omo, Beb, dan Lucy.
Taiwan tetap menjadi market utama, diikuti oleh China, Hong Kong, dan Amerika Serikat. Sementara itu, reservasi dari Inggris Raya dan Australia meningkat pesat sebesar 45 persen.
Meskipun total jumlah kunjungan terus bertambah, persentase kenaikannya mulai melambat. Reservasi internasional naik 24 persen pada 2025 dibandingkan 2024. Jumlah tersebut turun dibandingkan pencapaian pada 2024 yang pertumbuhannya naik sebesar 94 persen.
Angka tersebut sejalan dengan pencapaian jumlah kunjungan wisatawan asing ke Jepang berdasarkan Japan National Tourism Organization (JNTO). Jumlah kunjungan turis asing ke Jepang pada periode Januari-November 2024 mencapai 49,5 persen, dan pertumbuhan tersebut melambat pada periode Januari-November 2025 yang hanya 17 persen.
Tokyo Tak Lagi Populer
Wisatawan asing, terutama dari negara Barat, menghabiskan waktu lebih lama di satu destinasi dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan adanya perubahan tren menuju ke penjelajahan yang lebih lama dan menikmati budaya setempat, dibandingkan harus mengikuti jadwal perjalanan yang sangat padat.
![Hoshino_Resorts_1743631_Hoshino-Resorts_[LUCY_Oze_Hatamachi]_Hike turis jepang](https://venuemagz.com/wp-content/uploads/2026/03/Hoshino_Resorts_1743631_Hoshino-Resorts_LUCY_Oze_Hatamachi_Hike-turis-jepang.jpg)
Sementara itu, wilayah Kanto, termasuk di dalamnya Tokyo, meskipun masih menjadi favorit, tapi jumlah kunjungannya semakin melambat. Pada 2025, jumlah turis internasional ke Kansai mencapai rekor tertinggi, didorong oleh adanya acara Expo 2025 Osaka, sehingga jumlah kunjungannya hampir mendekati pencapaian Kanto.
Pertumbuhan terbesar terjadi di wilayah Shikoku, yang termasuk Kochi, Ehime, Kagawa, dan Tokushima, di mana jumlah turis internasional naik empat kali lipat dibandingkan tahun 2024.
Prefektur Okinawa, terutama di pulau-pulau kecilnya, juga mencatatkan pertumbuhan signifikan berkat peluncuran kembali rute penerbangan langsung dari Pulau Ishigaki dengan Seoul, Taipei, dan Hong Kong pada 2025 sehingga Okinawa jadi lebih mudah diakses.





