Tanjung Gunung Menanti Asa Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus

Wednesday, 09 October 19 0 Comments   Harry Purnama

Telah dikembangkan sebagai kawasan wisata sejak tahun 2017, Tanjung Gunung kini menanti harapan untuk segera disahkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Eddy Priyasmono, Direktur PT Pan Semujur Persada dan juga Ketua Pengusung KEK Tanjung Gunung, mengatakan, semua persyaratan untuk menjadi KEK sudah semua disetujui oleh Dewan KEK Nasional.

“Kami memenuhi syarat dari geoekonomi dan geostrategis untuk dijadikan kawasan ekonomi khusus. Tempat ini dekat dengan pusat pemerintahan dan Bandara Depati Amir, tidak sampai 15 menit,” ujar Eddy.

“Yang belum adalah pemanfaatan ruang laut di depan sini yang WUP (Wilayah Usaha Pertambangan) PT Timah. Kita sudah buat perjanjian dari 2017. Karena dari Dewan KEK masih kurang kuat perjanjiannya, maka kita buat addendum pertama, lalu kita bikin lagi addendum kedua, dan sudah kita submit ke Dewan KEK, mudah-mudahan dari hasil ini sudah selesai. Hanya itu satu saja yang belum,” ujar Eddy.

Eddy menambahkan, calon KEK Tanjung Gunung ini memiliki lahan seluas 385 hektare, dan yang dimiliki oleh kawasan seluas 170 hektare. Untuk memikat investor masuk, PT Pan Semujur Persada bertindak sebagai pengelola sekaligus sebagai investor awal dengan menyediakan infrastruktur awal.

“Setelah ditetapkan, baru kita bangun infrastruktur untuk tahap tiga tahun pertama, seperti jalan, musala, dan infrastruktur pokok lainnya. Karena kalau tidak dibangun, tidak ada pengungkitnya, investor pun akan malas dan tidak mau masuk,” ujar Eddy.

Ada empat hal yang akan dibangun di Tanjung Gunung dalam fase tiga tahun pertama setelah ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus, yakni MICE and open air mall, lifestyle beach, hotel and resort, serta old town garden.

Halaman : 12

Telah dikembangkan sebagai kawasan wisata sejak tahun 2017, Tanjung Gunung kini menanti harapan untuk segera disahkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Eddy Priyasmono, Direktur PT Pan Semujur Persada dan juga Ketua Pengusung KEK Tanjung Gunung, mengatakan, semua persyaratan untuk menjadi KEK sudah semua disetujui oleh Dewan KEK Nasional.

“Kami memenuhi syarat dari geoekonomi dan geostrategis untuk dijadikan kawasan ekonomi khusus. Tempat ini dekat dengan pusat pemerintahan dan Bandara Depati Amir, tidak sampai 15 menit,” ujar Eddy.

“Yang belum adalah pemanfaatan ruang laut di depan sini yang WUP (Wilayah Usaha Pertambangan) PT Timah. Kita sudah buat perjanjian dari 2017. Karena dari Dewan KEK masih kurang kuat perjanjiannya, maka kita buat addendum pertama, lalu kita bikin lagi addendum kedua, dan sudah kita submit ke Dewan KEK, mudah-mudahan dari hasil ini sudah selesai. Hanya itu satu saja yang belum,” ujar Eddy.

Eddy menambahkan, calon KEK Tanjung Gunung ini memiliki lahan seluas 385 hektare, dan yang dimiliki oleh kawasan seluas 170 hektare. Untuk memikat investor masuk, PT Pan Semujur Persada bertindak sebagai pengelola sekaligus sebagai investor awal dengan menyediakan infrastruktur awal.

“Setelah ditetapkan, baru kita bangun infrastruktur untuk tahap tiga tahun pertama, seperti jalan, musala, dan infrastruktur pokok lainnya. Karena kalau tidak dibangun, tidak ada pengungkitnya, investor pun akan malas dan tidak mau masuk,” ujar Eddy.

Ada empat hal yang akan dibangun di Tanjung Gunung dalam fase tiga tahun pertama setelah ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus, yakni MICE and open air mall, lifestyle beach, hotel and resort, serta old town garden.