Tangerang, Venuemagz.com – ALLFood Indonesia 2026 resmi digelar pada tanggal 15–18 April 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Pameran garapan Indorich Expo Utama ini menghadirkan para pemimpin industri makanan dan minuman global, inovator, serta pelaku usaha profesional dari dalam maupun luar negeri.
ALLFood Indonesia mengusung konsep business to business (B2B) yang mempertemukan para pelaku industri dan pengambil keputusan dalam satu ekosistem profesional. Dengan fokus pada utama sektor B2B HoReCa (Hotel, Restaurant, dan Café) serta industri Food & Beverage (F&B).

Pelaku usaha HoReCa dan F&B yang hadir dalam pameran ini berasal dari pemasok bahan makanan, peralatan dapur, teknologi perhotelan, solusi kemasan, serta produk siap saji. Mereka akan dipertemukan secara langsung dengan jaringan hotel, restoran, operator kafe, perusahaan katering, distributor, hingga pembeli institusional.
CEO Indorich Expo Utama, Richard Yohanes Bryant, mengatakan bahwa ALLFood Indonesia dirancang untuk mempertemukan partner bisnis dari industri terkait untuk ke arah yang lebih baru. Pasalnya, pameran ini tidak hanya untuk berjualan saja tetapi juga sebagai ajang diskusi terkait industri F&B ke depannya.
“Kami melihat sekarang dunia F&B sudah cukup berubah mulai dari cara bisnisnya dan juga melihat peluang ke depannya. Oleh sebabnya, kami hadir bukan sekadar pameran tetapi juga sebagai tempat perubahan itu terjadi,” kata Richard saat pameran berlangsung di ICE BSD, Tangerang.
Menurutnya, perubahan tersebut dapat dilihat dari cara pemilik usaha untuk membangun sebuah brand menjadi lebih besar. Bukan hanya modal besar saja, tetapi juga dari ide, konektivitas, dan momentum yang tepat.
“Bisnis kuliner itu tidak cukup dengan menjual makanan enak dan cepat. Bukan juga ganti menu saja di bisnisnya. Ada cara lain yang dapat dilakukan untuk membuat bisnisnya naik level yaitu dengan bertemu partner baru di pameran ini,” ujarnya lagi.
Oleh sebabnya, ALLFood Indonesia 2026 menghadirkan lebih dari 200 peserta dari dalam maupun luar negeri untuk mendukung perubahan tersebut. Mereka menampilkan berbagai inovasi di bidang pengolahan makanan, manufaktur cerdas, kemasan berkelanjutan, nutrisi fungsional, serta solusi protein alternatif.
“Kita siapkan teknologi hingga permesinan yang baru dari industri kuliner. Para pelaku industri bisa banyak bertanya di sini agar pertemuan di sini bisa menjadi titik balik bisnis mereka,” dia menambahkan.
Program Acara

Selama empat hari, pameran ini menghadirkan program business matchmaking terkurasi serta forum industri. Program ini dirancang untuk menghasilkan kolaborasi dan peluang bisnis yang terukur.
Dengan program tersebut, para pengunjung akan memperoleh wawasan mengenai regulasi, strategi ekspor, serta tren terbaru yang membentuk masa depan industri pangan di Asia Tenggara. Pengunjung diharapkan berasal dari pelaku ritel, operator hospitality, importir, serta pemangku kepentingan dari sektor pemerintah.
Sementara itu, ALLFood Indonesia 2026 juga menghadirkan Le Grand Chef Competition sebagai program utama selama pameran berlangsung. Ini merupakan kompetisi bergengsi antar kafe, restoran, dan bistro untuk mengukur kompetensi chef dari masing-masing outlet.
Peserta kompetisi akan diuji dari sisi teknik, kreativitas, hingga konsistensi dalam menghasilkan hidangan berkualitas tinggi. Dengan juri dari para chef bersertifikat internasional seperti Chef Rafael Basanto, Chef Vindex Tengker, Chef Degan Septoaji, dan Chef Louis Tanuhadi.
“Jadi, ini adalah ajang pertemuan pelaku usaha khususnya para chef untuk membuktikan keahlian mereka dalam dunia kuliner. Mereka membawa nama baik institusi tempat mereka bekerja dengan menghadirkan standar kualitas kuliner terbaik dari industri hospitality Indonesia,” tutupnya.





