Menyoroti inovasi kemasan makanan, obat-obatan, dan kosmetik dalam ekosistem manufaktur berkelanjutan.
Jakarta, Venuemagz.com – Dentuman tabuhan genderang Grup Barongsai Kong Ha Hong menggema di Hall C Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, membuka tirai megah AllPack Expo 2025. Secara resmi pameran teknologi kemasan terbesar di Asia Tenggara tersebut digelar pada 21-24 Oktober 2025. Energi pembuka itu menjadi sinyal dimulainya empat hari penuh inovasi, kolaborasi, dan pertukaran teknologi di jantung industri pengemasan regional.
Atmosfer makin hangat saat Ramen, anjing robot ikonik milik Krista Exhibitions, ikut naik ke panggung. Dengan gaya jenaka, Ramen menari di sisi Christina Sudjie, Co-Founder dan Chief Marketing Officer (CMO), mencairkan suasana sebelum sesi sambutan dimulai.
Momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol bagaimana teknologi, kreativitas, dan hospitality berpadu dalam satu panggung MICE berskala internasional dalam pembukaan AllPack Expo 2025.
Kolaborasi Global di Panggung Pembukaan
Rangkaian sambutan resmi menghadirkan kolaborasi lintas negara yang memperkuat posisi AllPack Expo 2025 sebagai barometer utama industri kemasan dan manufaktur.
Dari Tiongkok, hadir Liu Dianxun, Director General of the Trade Development Bureau, Ministry of Commerce, People’s Republic of China, yang menyoroti pentingnya kemitraan industri antara Indonesia dan Tiongkok dalam rantai pasok teknologi kemasan modern.
Sementara dari Jepang, Yukio Okawara, Chairperson of the Board, Japan Food Machinery Manufacturers’ Association(FOOMA Japan), menyampaikan apresiasinya terhadap peran AllPack Expo dalam mempertemukan inovasi mesin pangan dan solusi pengemasan cerdas di Asia.
Momen pengguntingan pita kemudian dilakukan bersama oleh para tamu kehormatan dari berbagai negara dan asosiasi industri, termasuk kehadiran Ketua ASPERAPI, Hosea Andreas Runkat, menandai pembukaan resmi yang megah dan sarat makna.
Panggung Inovasi Industri Kemasan dan Manufaktur
Dalam sambutannya, Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, menegaskan bahwa AllPack Expo 2025 kini menjadi platform utama bagi industri kemasan, pengolahan, plastik, dan farmasi di kawasan.
Tahun ini, jumlah peserta meningkat hingga 22% dibanding tahun sebelumnya, dengan lebih dari 1.500 peserta pameran dari 30 negara, serta target lebih dari 50.000 pengunjung profesional dari 54 negara.
“Pameran ini bukan sekadar ajang pamer produk, tetapi ruang strategis untuk memperkenalkan inovasi, membangun jejaring, dan mendorong pertumbuhan industri manufaktur berkelanjutan,” ujarnya.
Ekosistem Pengetahuan dan Teknologi
Agenda pameran diisi dengan rangkaian seminar tematik, seperti “Packaging Trend & Innovation Towards Sustainability” oleh Indonesia Packaging Federation (IPF), serta “Shaping a Sustainable Future for Plastics” oleh INAPLAS.
Diskusi lain menyoroti efisiensi produksi, desain kemasan kreatif, dan otomasi manufaktur, tema yang relevan dengan transformasi menuju industri 4.0.
Selain itu, program business matching menjadi magnet utama bagi pelaku usaha, mempertemukan produsen, distributor, dan investor dari berbagai negara. Sesi ini memperluas peluang ekspor, investasi, dan distribusi lintas sektor yang menguatkan posisi Indonesia sebagai hub manufaktur dan kemasan di kawasan.
AllPack Expo 2025 dan Momentum MICE Indonesia
Didukung oleh berbagai kementerian dan asosiasi, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, IPF, INAPLAS, GAPMMI, dan GP Farmasi Indonesia, pameran ini menegaskan kiprah Krista Exhibitions dalam menghadirkan event MICE berskala internasional yang memadukan inovasi, bisnis, dan edukasi.
Lebih dari sekadar pameran, AllPack Expo 2025 menjadi simbol bagaimana industri kemasan—mulai dari makanan, obat-obatan, hingga kosmetik—menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pilar penting dalam transisi menuju manufaktur berkelanjutan di Asia Tenggara.






