IFRA Virtual Expo Kejar Target Pengunjung dan Transaksi

Tuesday, 29 September 20 Bonita Ningsih

Menjelang hari terakhir pelaksanaan International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) Virtual Expo 2020, target pengunjung dan transaksi yang dicapai sudah hampir lebih dari 50 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Raenita Pristiani Aktuariana, Project Manager IFRA Virtual Expo 2020, saat mengadakan media interview IFRA Virtual 2020.

Raenita menjelaskan, jumlah pengunjung di hari ke-12 sudah mencapai lebih dari 75 persen dari target yang diharapkan. Di awal pelaksanaan, Raenita menargetkan akan mendatangkan 5.000 pengunjung selama IFRA Virtual Expo digelar.

Visitor yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi dari luar negeri juga ada. Nanti, akan kita data jumlahnya dan dari negara mana saja yang telah berkunjung ke platform IFRA Virtual Expo,” jelasnya.

Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan bahwa keuntungan IFRA Virtual Expo ini ialah dapat menjangkau banyak pengunjung dari berbagai negara. Dengan kemudahan akses ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat dunia bahwa Indonesia memiliki peluang yang besar terhadap bisnis waralaba dan lisensi.

“Setiap acara pasti ada keunggulannya masing-masing dan ini yang kita rasakan di IFRA Virtual Expo. Di sini, para pemilik franchise dapat menjangkau calon franchisor dari luar negeri yang selama ini terbatas karena kendala jarak dan lainnya,” ujar Kohen, sapaan akrab Hendra.

Sementara itu, terkait transaksi yang telah terkumpul saat ini, menurut Raenita sudah mencapai lebih dari 50 persen dari target awal. Di awal pelaksanaan, IFRA Virtual Expo ditargetkan mendatangkan transaksi sebanyak Rp100 miliar hingga Rp200 miliar.

“Melakukan transaksi selama pameran ini memang membutuhkan keputusan yang akurat. Setiap calon franchisor pasti membutuhkan informasi yang lebih terkait bisnisnya, bagaimana menentukan lokasi outlet-nya dan butuh chemistry antar-pemilik waralabanya. Tetapi, kami masih berharap dapat mencapai target awal kami,” ucap Raenita.

Lebih lanjut ia mengatakan, dari 60 peserta pameran yang mengikuti IFRA Virtual Expo, penyumbang terbesar dalam proses dealing dan menghasilkan transaksi ialah di bidang food and beverage, disusul oleh retail mini market, water refill, farmasi, serta delivery service.

“Bisnis food and beverage memang tidak pernah mati selama pandemi ini karena sehari-hari kita semua pasti membutuhkan makanan. Jadi, memang produk waralaba ini yang paling diminati saat ini,” ujar Raenita.

Kesempatan masyarakat untuk mengunjungi IFRA Virtual Expo 2020 masih dibuka hingga 30 September dan berakhir pada pukul 18.00 WIB. Pengunjung dapat melakukan registrasi ke situs IFRA Virtual Expo 2020, yakni https://ifra-virtualexpo.com/register/visitor/, dengan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang untuk satu hari. Pelaksanaan IFRA Virtual Expo 2020 ini akan dimulai pada pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.

Berbagai fitur telah disiapkan untuk memuaskan para pengunjung, seperti live chat, video call, business meet up, marketplace (shop), dan exhibition hall. Berbagai informasi dan pengetahuan terkait bisnis waralaba dan lisensi juga akan diberikan melalui webinar, konferensi, hingga talk show di IFRA Virtual Expo 2020.

“Pengunjung dapat mengakses platform IFRA Virtual selama 24 jam nonstop sehingga dapat dibuka kapan saja. Tetapi, bagi yang ingin melakukan interaksi dengan exhibitor hanya dilakukan mulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB,” ujar Raenita.