ARCH:ID Digelar Serentak di Tiga Kota Indonesia

Wednesday, 29 June 22 Bonita Ningsih

Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) bekerja sama dengan PT Citra Inovasi Strategi (CIS) Exhibition kembali menyelenggarakan festival arsitektur bernama ARCH:ID. Acara yang berisikan konferensi dan pameran arsitektur ini akan digelar pada 14-17 Juli 2022 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City-Tangerang.

Pada penyelenggaraan ke-2 ini, ARCH:ID akan melibatkan semua arsitek dan industri yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Hal ini sejalan dengan tema ARCH:ID yaitu “Sebentang, Serentang, Segendang”, yang menghadirkan heterogenitas dalam praktik arsitektur dari seluruh Indonesia.

Untuk merefleksikan semangat tersebut, tahun ini ARCH:ID menyelenggarakan event paralel di dua daerah lainnya yang diwakili dengan Paviliun Indonesia Barat dan Timur. Dua paviliun ini akan dihadirkan berbarengan dengan ARCH:ID yang ada di ICE BSD.

“Sebenarnya paviliun ini merupakan pilot project dari ARCH:ID. Saat pertama kali kita diskusikan, ternyata antusiasmenya cukup bagus sehingga kami memutuskan untuk membuka paviliun tersebut bersamaan saat acara di ICE berlangsung,” ujar R. Arief Sofyan Rudiantoro, Direktur PT Citra Inovasi Strategi Exhibition saat konferensi pers ARCH:ID di Jakarta.

BACA JUGA:   Dampak Ekonomi F1 Powerboat 2024 Ditargetkan Naik 20-25 Persen

Salah satu kurator ARCH:ID, Ramadhoni Dwipayana, menjelaskan bahwa Paviliun Indonesia Barat akan digelar di Medan sedangkan Paviliun Indonesia Timur di Makassar. Kedua tempat tersebut mewakili masing-masing daerah Indonesia bagian barat dan timur agar para arsitek di sana dapat merayakan bersama pagelaran ARCH:ID 2022.

“Kami lihat tidak semua arsitek bisa hadir di Jakarta, makanya, acara ini kami gelar juga di dua daerah lainnya. Jadi, teman-teman yang ada di daerah Sumatra seperti Aceh, Padang, dan lainnya bisa berkumpul ke Paviliun Medan begitu juga yang di Makassar. Kami ini semua teman-teman arsitek dari seluruh Indonesia bisa ikut merasakan acara ini,” jelas Dhoni yang hadir secara virtual.

Arief menambahkan Paviliun Indonesia Timur dan Barat akan diisi oleh serangkaian kegiatan yang saling berkesinambungan dengan di ICE BSD. Seluruh rangkaian kegiatan akan saling dihubungkan agar para arsitek dan masyarakat dapat menikmatinya.

BACA JUGA:   Kemenparekraf Siapkan Tiga Side Event Menjelang HUT Republik Indonesia

“Jadi, ada beberapa kegiatan yang dilakukan di Medan dan Makassar akan dihubungkan ke Jakarta begitu juga sebaliknya. Ada workshop, tukar pikiran, dan lainnya. Sedangkan, acara konferensi akan ada nonton bareng di Medan dan Makassar agar euforianya bisa dirasakan di tiga kota tersebut,” ucap Arief.

Toton Suhartanto, Wakil Ketua Panitia ARCH:ID 2022, mengatakan bahwa dengan diselenggarakan di tiga kota tersebut diharapkan seluruh arsitek dan masyarakat Indonesia dapat menyaksikan ARCH:ID 2022 secara dekat. ARCH:ID dianggap sebagai acara dengan paket lengkap karena semua yang berhubungan dengan arsitektur ada di sana.

“Hikmah dari pandemi dan kemajuan teknologi ini membuat kita bisa menggelar acara ini serentak di tiga kota berbeda. Kami juga akan terus terkoneksi dengan teman-teman CIS yang ada di masing-masing daerah. Jadi, nantinya ARCH:ID bukan hanya milik Jakarta saja tetapi milik semuanya,” ujar Toton.

BACA JUGA:   Sweat To Discover Dukung Pertumbuhan Sport Tourism di Indonesia

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan serangkaian acara dari ARCH:ID dapat hadir ke lokasi pameran mulai pukul 10.00-20.00 WIB. Pihak penyelenggara tidak memungut biaya bagi yang ingin hadir ke ARCH:ID sehingga ditargetkan akan ada 12.000 pengunjung selama acara berlangsung.

Penyelenggaraan ARCH:ID 2022 menargetkan pengunjung dari  kalangan profesional seperti arsitek, kontraktor, pengembang properti, desainer interior, institusi pemerintah, distributor, agen, importir, eksportir, akademisi, serta semua pihak dunia arsitektur dan desain. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pengunjung dapat membangun relasi bisnis, networking, knowledge-sharing, dan mengambil peran untuk membangun arsitektur di Indonesia.