ASTINDO Travel Mart Pertemukan 60 Buyer dengan 26 Seller

Friday, 22 February 19   18 Views   0 Comments   Bonita Ningsih
ASTINDO Travel Mart

Penyelenggaraan ASTINDO Travel Fair 2019 dibarengi dengan ASTINDO Travel Mart. Acara ini diselenggarakan di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC). ASTINDO Travel Mart merupakan forum business to business yang mempertemukan pelaku usaha wisata mancanegara (buyer) dengan pelaku industri wisata (seller) dari seluruh Indonesia. Ini merupakan tahun kedua ASTINDO Travel Mart diselenggarakan ASTINDO.

Elly Hutabarat, Ketua Umum ASTINDO, mengatakan, ini merupakan bentuk dukungan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia. Selain itu, melalui acara ini dapat membantu mempromosikan 10 destinasi prioritas pariwisata yang disebut Bali Baru.

Acara yang juga didukung oleh Kementerian Pariwisata ini akan mempertemukan 60 buyer dengan 26 seller dari Indonesia. Ke-60 buyer tersebut merupakan operator wisata dari Eropa, Australia, India, Uzbekistan, Jepang, Korea, China, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Sementara, 26 seller yang hadir merupakan inbound tour operator, hotel, serta pelaku usaha wisata lainnya.

Elly menjelaskan, acara ini dikemas dalam bentuk famtrip ke beberapa destinasi wisata di Indonesia, yakni Bandung, Garut, Belitung, Bali, dan Jakarta. Acara tersebut berlangsung sejak tanggal 19 Februari hingga 25 Februari 2019 dengan dipandu oleh Kementerian Pariwisata.

“Ke depannya kami harap ASTINDO Travel Mart mampu menghadirkan lebih banyak buyer dari mancanegara untuk bertemu seller yang merupakan para pelaku industri wisata dari seluruh Indonesia,” kata Elly di JCC Jakarta saat pembukaan ASTINDO Travel Fair 2019.

Pada kesempatan yang sama, Dadang Rizki Ratman, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik acara yang diselenggarakan ASTINDO ini. Dengan forum business to business ini tentunya menjadi modal untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Ini sebagai bentuk sinergi untuk memajukan pariwisata Indonesia. Jadi, di sini ada peran pelaku bisnis wisata dan juga pemerintah untuk mendorong peningkatan wisatawan mancanegara,” ujar Dadang.