Ali Charisma menambahkan, event kali ini mengangkat tema “Sustainable Fashion” karena tren saat ini menuntut fesyen yang tidak hanya mengedepankan keindahan, tapi juga kelestarian lingkungan. Sejalan dengan tren tersebut, BFT 2020 turut menggandeng Asian Pasific Rayon (APR) sebagai produsen rayon (viscose) terintegrasi di dalam negeri.
Menurut Ali, produk berbahan rayon (viscose) bisa menjadi jawaban bagi para desainer untuk berkarya dengan menggunakan bahan baku terbarukan yang sesuai dengan perkembangan dunia fesyen yang dinamis. “Isu sustainable fashion menjadi perhatian utama di Eropa dan Amerika. Saat ini, rayon menjadi salah satu pilihan utama untuk mengembangkan busana dari bahan yang berkelanjutan bila dibandingkan dengan bahan baku lainnya,” jelasnya.
Basrie Kamba, Direktur Asia Pasifik Rayon (APR), menyatakan, pihaknya turut mendorong pengembangan fashion sustainable dan akan berusaha keras untuk terus menyosialisasikan hasil karya anak bangsa ini.
Basrie menambahkan, konsep sustainable fashion dan “Everything Indonesia” akan memperkuat peluang industri tekstil dalam negeri. Ia juga yakin dengan mengoptimalisasikan bahan baku tekstil dalam negeri dapat mempercepat target pemerintah dalam peta Indonesia 4.0.
“Everything Indonesia” merupakan semangat untuk mendorong penggunaan produk lokal di mana seluruh pihak diajak untuk menggunakan bahan baku yang berasal dan diproduksi di Indonesia serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat seperti serat rayon yang diproduksi APR.







