“Tahun ini memang akan tetap jalan, tetapi sifat larinya sedikit berbeda karena tidak sepenuhnya dilakukan di area Borobudur. Kita pilih dua jalur tahun ini, virtual dan langsung dilakukan oleh elite run yang jumlahnya terbatas,” kata Budiman Tanuredjo, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas.
Dalam pelaksanaannya, khusus peserta elite run akan dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat selama pertandingan. Menurutnya, akan ada batasan jarak lari antar peserta elite run dan akan dilakukan dengan jumlah yang terbatas.
“Protokol kesehatan ini menjadi keniscayaan yang harus diterapkan. Harapannya, Borobudur Marathon dapat berkontribusi bagi Indonesia dan dunia untuk menghadirkan tata cara berolahraga yang aman di tengah pandemi,” ujarnya lagi.
Tigor Tanjung, Sekretaris PB PASI, mengatakan, ada beberapa kriteria elite run yang akan diundang menjadi peserta Borobudur Marathon. Persyaratan pertama ialah peserta yang dipilih berasal dari pelari elite nasional yang digolongkan atau yang terdaftar dalam statistik PB PASI. Kedua ialah pelari yang sudah terbiasa mengikuti pertandingan di ajang nasional maupun internasional.
“Jadi, secara fisik dan mental itu, mereka semua sudah siap terjun dalam kompetisi ini,” Tigor menambahkan.
Lebih lanjut ia mengatakan, seluruh peserta lari yang akan mengikuti perlombaan ini harus tetap memerhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pihak penyelenggara. Begitu pula dengan peserta lari virtual, harus terus mengikuti protokol kesehatan di luar rumah agar tidak terpapar virus COVID-19.
“Untuk pelari virtual, pastikan tubuh Anda dalam keadaan prima secara kesehatan dan mental agar dapat melakukan aktivitas lari dengan baik. Ukur kemampuan diri sendiri sebelum memilih jarak yang akan ditempuh saat mengikuti perlombaan ini,” ungkapnya.






