“Saya pribadi mengucapkan terima kasih kepada para panitia karena telah memberikan solusi dan ide brilian agar Borobudur Marathon 2020 masih dapat tetap berjalan di tahun ini. Padahal, waktu awal-awal pandemi, kami berpikir acara ini sepertinya tidak akan terselenggara di tahun ini, tetapi ternyata masih dapat terlaksana,” jelasnya lagi.
Liem Chie An menambahkan, ia mengaku optimistis dengan diselenggarakannya kembali event lari ini, meskipun di tengah pandemi. Menurutnya, Borobudur Marathon 2020 akan membantu perekonomian masyarakat Magelang dan sekitarnya sehingga mereka memiliki antusiasme yang tinggi terhadap pelaksanaan event lari ini.
“Acara ini bisa support masyarakat Magelang untuk bisa bangkit kembali dan melewati masa COVID dengan baik,” ujar Liem Chie An.
Optimisme serupa juga terus dibangun oleh Bank Jateng. Menurut Supriyatno, membangun optimisme tidak hanya dari sisi atlet, tetapi juga dari segi UMKM. Pasalnya, selama empat tahun berjalan, Bank Jateng telah membangun Pawone Borobudur Marathon yang merupakan sebuah komunitas bisnis bagi para pelaku UMKM di daerah sekitar.
“Kita juga membantu mereka untuk tingkatkan kemampuan dan pemasarannya. Pawone Borobudur Marathon juga bukan semata-mata untuk bisnis saja, tetapi membangun cerita di dalamnya,” ucap Supriyatno.
Di tahun ini, Pawone Borobudur Marathon 2020 akan melibatkan UMKM atau masyarakat lokal dalam pembuatan patch, yang nantinya akan menjadi reward bagi para finisher Borobudur Marathon Virtual Challenge 2020.
Dalam hal ini, Budiman mengaku bangga atas kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak sehingga Borobudur Marathon 2020 dapat terselenggara pada November 2020 mendatang. Oleh karena itu, sebagai pihak penyelenggara ia optimistis bahwa event lari ini dapat terselenggara dengan semangat pantang menyerah.





