Debindo Gelar Batik Fashion Fair 2018 untuk Ketiga Kalinya

Thursday, 13 December 18 Harry Purnama
Batik Fashion Fair 2018

Batik sudah menjadi ikon warisan budaya bangsa Indonesia, dan eksistensi batik sudah merambah pada segala jenis produk fashion tanah air, termasuk kain atau busana yang setiap saat dipakai segala lapisan masyarakat Indonesia baik sebagai busana resmi acara kenegaraan, pakaian dinas kerja, busana pesta, busana adat, busana wisata, maupun pakaian sehari hari.

Konsistensi pameran batik sebagai sarana promosi dan publikasi kepada masyarakat bagai tak pernah ada hentinya, termasuk keinginan mewujudkan sarana promosi yang kontinyu dan berkesinambungan di setiap waktu untuk menunjukkan bahwa batik tetap menjadi trend setter para pencintanya di setiap saat.

BACA JUGA:   Dyandra Promosindo Bantu Kemendag dalam China International Import Expo 2019

Sukses dengan pameran Batik Bordir dan Aksesoris yang telah digelar secara rutin pada bulan Mei setiap tahun, Debindo menggelar sekuel atau seri pameran Batik Bordir & Aksesoris, yaitu Batik Fashion Fair yang pelaksanaannya pada menjelang akhir tahun.

Kali ini, Batik Fashion Fair digelar untuk ketiga kalinya pada 5-9 Desember 2018 di Grand City Convex Surabaya dengan tema “Pesona Kriya Wastra Indonesia”. Pameran ini diikuti lebih dari 170 peserta yang menampilkan berbagai produk, desain, dan motif pilihan batik, baik tradisional, etnik, maupun modern dari kalangan pengusaha industri dan perajin batik, bordir, tenun, songket, sulaman, busana tradisional, serta beragam produk fashion dan aksesori pilihan terkini.

BACA JUGA:   Beragam Fasilitas Disiapkan untuk Pengunjung Telkomsel IIMS 2019

Digelar secara spektakuler, event ini menampilkan berbagai acara dan kegiatan, antara lain workshop, talk show, demo make up, fashion show, pemilihan Putri Batik Fashion, lomba mewarnai, pasar murah Batik dan Bordir, serta undian door prize.

Event ini digelar dengan maksud dan tujuan memberi apresiasi dan kesempatan yang seluas luasnya kepada para pengusaha serta perajin batik dan bordir daerah untuk dapat lebih meningkatkan dan mengembangkan kreativitas, produktivitas, maupun jaringan pasar secara maksimal di pasar global sekaligus menempatkan batik sebagai warisan budaya bangsa yang harus tetap dilestarikan dan dikembangkan baik di dalam negeri maupun mancanegara. Di samping itu, pameran ini dimaksudkan untuk mempertemukan pasar offline dan online dalam satu venue kegiatan promosi.