Ekonomi Syariah Mampu Tingkatkan Perekonomian Indonesia Pasca-Pandemi

Thursday, 17 September 20 Bonita Ningsih
Indonesia Sharia Economic Festival

Kegiatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ketujuh akan digelar pada 27 hingga 31 Oktober 2020 secara virtual. Sebelum memulai kegiatan tersebut, pihak penyelenggara melakukan serangkaian acara, seperti webinar, modest fashion, dan lain sebagainya. ISEF terselenggara dari wujud nyata konsistensi Bank Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), serta seluruh pihak terkait dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah (EKSyar) nasional.

Sebagai salah satu rangkaian acaranya, pada 16 Agustus 2020, Bank Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Halal Lifestyle Center mengadakan sebuah webinar dengan tema “Global Halal Consumer Trend”. Webinar ini menghadirkan pembicara dari berbagai negara dengan partisipan yang juga tersebar dari beberapa negara di dunia.

Prijono, Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, mengatakan, pandemi COVID-19 memberikan dampak negatif terhadap perekonomian dunia. Menurutnya, ekonomi dunia berjalan dengan lambat sehingga berpengaruh juga terhadap perekonomian di Indonesia.

“Mulai dari maskapai penerbangan, hotel, restoran, hingga event, semuanya terkena dampak dengan adanya pandemi ini. Apalagi, saat pandemi ini masuk ke Indonesia pada Maret 2020, perekonomian kita langsung melambat,” ungkap Prijono.

Meski demikian, Prijono meyakini bahwa masalah tersebut dapat diatasi dengan mengedepankan industri halal di Indonesia. Menurutnya, selama pandemi ini banyak masyarakat yang mencari produk halal karena dinilai memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh. Beberapa produk halal yang saat ini menjadi incaran masyarakat ialah makanan, minuman, hingga kosmetik berlabel halal.

“Selama pandemi ini, saya melihat produk makanan dan minuman halal mengalami kenaikan. Kemudian disusul dengan produk-produk halal lainnya,” dia menambahkan.

Selain itu, satu alternatif lain dalam meningkatkan perekonomian Indonesia pasca COVID-19 ialah melalui ekonomi dan keuangan syariah. Meskipun dalam penerapannya, ia mengaku, masih harus diakselerasi lebih baik lagi agar visi Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia dapat segera tercapai.

Melihat kondisi tersebut, Bank Indonesia sebagai pihak penyelenggara optimistis bahwa ISEF 2020 dapat berjalan dengan baik dan turut andil membantu perekonomian negara pasca-pandemi COVID-19. Beberapa kegiatan terkait industri halal akan terselenggara di ISEF 2020, seperti webinar, konferensi virtual, workshop, talk show, business coaching, business matching, tabligh akbar, kompetisi, fashion show, hingga pertunjukan budaya.

“Ini sebuah transformasi terbaru dari ISEF, yakni diselenggarakan secara virtual. Kita lakukan ini karena kita melihat Indonesia memiliki potensi yang bagus dalam industri halal karena banyak komunitas yang terlibat di dalamnya,” ungkapnya lagi.

Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center dan Indonesia Tourism Forum, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan ISEF 2020 yang digelar secara virtual. Pasalnya, pandemi ini menyulitkan masyarakat di berbagai belahan dunia untuk berkumpul dalam sebuah perhelatan acara besar seperti ISEF. Bahkan, beberapa negara membuat aturan yang ketat untuk melindungi warganya agar tidak terpapar virus COVID-19 dengan cara menutup akses pariwisatanya.

“COVID-19 ini memang memberikan dampak terhadap pariwisata dunia, saat ini palingan yang difokuskan hanya pariwisata domestik. Jadi, memang sudah saatnya kita beralih ke virtual,” ucap Sapta.

Menurutnya, teknologi menjadi sebuah jawaban yang tepat untuk menyelenggarakan sebuah acara di tengah pandemi COVID-19. Oleh karenanya, setiap orang diminta untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru agar tidak terpuruk dalam situasi saat ini.