Keberhasilan penyelenggaraan World Water Forum (WWF) 2024 di Bali tidak hanya menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga kelestarian sumber daya air, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi negeri ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan hasil survei yang mengejutkan setelah acara akbar ini berlangsung.
Dalam survei yang melibatkan 446 responden dari 20 delegasi dengan margin of error 5% dan tingkat kepercayaan 95%, terungkap bahwa rata-rata kunjungan delegasi adalah selama 8 hari. Delegasi asing bahkan tinggal lebih lama, yaitu 8,7 hari, sedangkan delegasi dalam negeri rata-rata 7,1 hari. Pengeluaran rata-rata per kunjungan mencapai Rp38,8 juta atau setara dengan US$2.427, jauh di atas rata-rata pengeluaran wisatawan normal.
Pengeluaran yang tinggi ini disebabkan oleh biaya akomodasi, registrasi, konsumsi, penerbangan domestik, serta kunjungan ke beberapa destinasi lain setelah acara di Bali. Lebih dari 90% delegasi menyatakan akan berkunjung kembali ke Bali dan merekomendasikannya sebagai tujuan wisata dan bisnis. Ini menunjukkan bahwa Bali berhasil memberikan pengalaman yang memuaskan bagi para delegasi.
Dampak ekonomi dari World Water Forum 2024 sangat terasa, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam radius 1,4 km dari lokasi acara. Mereka mengalami lonjakan omset antara 21% hingga 50%. Acara ini tidak hanya meningkatkan ekonomi, tetapi juga mempromosikan kearifan dan budaya lokal, serta pengelolaan air Indonesia di kancah internasional. Hal ini menunjukkan bahwa acara skala besar seperti World Water Forum 2024 dapat memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.
Menurut Sandiaga Uno, aktivitas ekonomi nasional meningkat sebesar 0,374% selama penyelenggaraan World Water Forum 2024, dengan total dampak ekonomi mencapai Rp1,38 triliun. Acara ini juga menyerap tenaga kerja sebanyak 10.379 orang.
Keberhasilan Bali dalam menjadi tuan rumah World Water Forum 2024 sekali lagi membuktikan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan acara berskala internasional dengan baik, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif bagi negara. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang promosi pariwisata dan budaya Indonesia di kancah global, yang diharapkan dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan mancanegara di masa depan.





