Tiga Menteri Indonesia Membuka IFRA Virtual Expo

Friday, 18 September 20 Bonita Ningsih

Pelaksanaan International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) tahun ini berbeda dari sebelumnya. Jika sebelumnya IFRA dilaksanakan secara tatap muka, kali ini IFRA diselenggarakan secara virtual dengan nama IFRA Virtual Expo.

Pameran yang diselenggarakan oleh Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) ini diselenggarakan pada 18 hingga 20 September 2020.

IFRA Virtual Expo dibuka oleh tiga menteri terkait, yakni Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, serta Menteri Perdagangan. Selama tiga hari pelaksanaan, acara ini akan dimulai pada pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, mengatakan bahwa kehadiran IFRA Virtual Expo ini menjadi sebuah tantangan sekaligus momen untuk berinovasi. Pasalnya, di tengah kondisi saat ini diperlukan wadah untuk membangkitkan kembali semangat para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), pelaku waralaba, hingga pelaku lisensi Tanah Air.

“Pameran virtual ini menjadi yang pertama digelar di Indonesia. Kita harapkan pameran ini dapat menjadi wadah untuk menjaga eksistensi para pelaku usaha lokal agar dapat bersaing di pasar global,” ungkap Teten.

Ia mengatakan, jumlah populasi UMKM di Indonesia saat ini sudah menyentuh angka 99 persen. Oleh karenanya, dia berharap agar para pelaku UMKM dapat mudah beradaptasi, lincah terhadap inovasi, kreatif, hingga aktif di dunia digital untuk tetap mempertahankan bisnisnya.

“Di sini, peran IFRA menjadi krusial karena sebagai ajang untuk menemukan local hero yang dapat membantu perekonomian nasional. Acara ini juga dapat memperkuat produk, komoditas lokal, hingga sebuah brand agar dapat bersaing dalam level nasional dan global,” jelasnya lagi.

Hal senada juga dikatakan oleh Agus Suparmanto selaku Menteri Perdagangan. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya pelaku UMKM dan waralaba terintegrasi dengan digital. Cara tersebut dilakukan untuk mempermudah para pelaku memulai usahanya dan para konsumen juga mudah untuk memenuhi kebutuhannya.

“Kementerian Perdagangan mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan digital sebagai bentuk pelayanannya terhadap pelanggan. Kami juga melihat waralaba itu sebagai bentuk usaha yang menguntungkan dan dapat mengurangi risiko kegagalan,” ungkap Agus.

Oleh karenanya, saat ini waralaba menjadi bisnis paling populer di Indonesia dengan berbagai merek baru yang bermunculan. Selain dapat menciptakan produk lokal berkualitas, bisnis ini dapat meningkatkan kualitas pelanggan sehingga dapat diterima secara luas.

“Kami menyumbangkan 3/5 pelaku waralaba binaan Kementerian Perdagangan untuk ikut serta dalam IFRA Virtual Expo ini. Diharapkan, para binaan kami akan mendapatkan investor potensial di dalamnya dan ke depannya dapat mendorong perekonomian nasional,” ucapnya lagi.

Halaman : 12