Festival Pesisir Paloh 2017 Selamatkan Populasi Penyu

Friday, 27 October 17   63 Views   0 Comments   Harry Purnama
Festival Pesisir Paloh 2017
Salah satu agenda acara pada Festival Pesisir Paloh 2017 adalah pelepasan tukik. Foto: Dok. Venuemagz

Pesisir Paloh di Kalimantan Barat memang tak pernah berhenti menampilkan daya tariknya. Bukan hanya kondisi alamnya yang menarik, tapi juga tradisi dan budaya lokal yang unik. Salah satu cara untuk mempromosikan daya tariknya adalah dengan menyelenggarakan Festival Pesisir Paloh 2017. Festival tersebut akan diselenggarakan pada 5-11 November 2017 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

“Festival Pesisir Paloh 2017 akan banyak diisi dengan kegiatan menarik, terlebih pada bulan ini menjadi puncak peneluran penyu yang dikemas dengan beragam pesta rakyat untuk mensyukuri telur penyu yang melimpah,” ujar H. Atbah Romin Suhaili, Bupati Sambas.

Atbah mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema “Selamatkan Penyu di Batas Negeri” ini digelar untuk mempromosikan potensi Pesisir Paloh sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Selain penyu, destinasi di Pesisir Paloh juga memiliki pesona budaya seperti Ritual Besiak, Upacara Antar Ajung, dan tradisi Ngamping sebagai bentuk rasa syukur masyarakat pesisir atas panen yang berlimpah serta mendoakan agar panen berikutnya semakin baik.

Pada hari pertama festival, akan ada program pemilihan Duta Penyu Paloh 2017, pameran foto dan produk lokal, sosialisasi pengembangan Desa Wisata Temajuk, pemutaran film lingkungan, serta Kemah Pesisir Paloh bersama Pengakap Serawak Malaysia.

Atbah memaparkan, pada Festival Pesisir Paloh 2017 juga akan ada beberapa kegiatan yang saang untuk dilewatkan, seperti aksi Sapta Pesona bersih pantai, field trip monitoring penyu, pelepasan tukik, atraksi budaya dan kesenian, serta penanaman bibit pohon kehidupan.

Pemerintah daerah juga memanfaatkan acara ini dengan jitu: beragam kegiatan pelayanan kepada masyarakat juga disematkan dalam gelaran ini, seperti pemeriksaan dan sunatan massal, perekaman E-KTP dan Surat Keterangan Sementara, pembuatan akta kelahiran, pembaruan kartu keluarga, sosialisasi program asuransi nelayan, sosialisasi kartu nelayan, dan pembuatan tanda pencatatan kapal nelayan.

“Dengan demikian, melalui inisiasi Festival Pesisir Paloh ini, diharapkan dapat terlaksana pesta rakyat yang positif, memunculkan kebanggaan atas potensi yang dimiliki serta sebagai bentuk pelestarian budaya pesisir dan promosi ekowisata guna meningkatkan perekonomian lokal,” ujar Atbah.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, geliat pariwisata di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mulai bangkit. Kecamatan Paloh berbatasan langsung dengan Malaysia di belahan barat bagian utara pulau Kalimantan. Wilayah ini juga dikenal dengan pantai tempat peneluran penyu terpanjang di Indonesia dengan bentang pantai mencapai 63 kilometer.

Di Paloh, sedikitnya terdapat empat dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia. Adapun penyu yang tercatat berdasarkan data lapangan oleh pihak WWF Kalimantan Barat adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu pipih (Natator depressa), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu sisik (Eretmochelys imbricate), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji penyelenggaraan Festival Pesisir Paloh 2017 ini dan berharap agar pelaku pariwisata segera menerapkan go-digital. “Go-digital itu harus diterapkan untuk mengawal event ini. Tujuan utamanya harus mengarah ke viral destinasi hingga ujung dunia,” kata Arief Yahya.