Festival Pesona Tambora Angkat Eksotisme Dompu dan Bima

Monday, 16 April 18   4 Views   0 Comments   Harry Purnama
Festival Pesona Tambora

Kementerian Pariwisata konsisten mendukung penyelenggaraan Festival Pesona Tambora yang telah berlangsung selama empat tahun berturut-turut sejak 2015. Festival Pesona Tambora diselenggarakan untuk memperingati peristiwa meletusnya Gunung Tambora yang terjadi pada 1885.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan apresiasi atas konsistensi Pemda setempat yang menggelar Festival Pesona Tambora 2018. Dengan mengangkat keindahan Gunung Tambora beserta beberapa lokasi wisata di sekitarnya, Festival Pesona Tambora juga berdampak pada peningkatan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat, khususnya Sumbawa.

“Festival Pesona Tambora tahun ini luar biasa. Penyiapan atraksi, aspek transportasi, dan amenitas berstandar baik. Sesungguhnya festival ini sangat luar biasa. Magnet gunung Tambora dan komposisi yang dimiliki Pulau Sumbawa akan mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Arief Yahya.

Esthy Reko Astuti, Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata, yang mewakili Arief Yahya membuka acara puncak Festival Pesona Tambora 2018 memuji keindahan alam di sekitar Tambora. Menurutnya, Festival Pesona Tambora mampu mengangkat destinasi sekitarnya.

“Festival Pesona Tambora memiliki banyak alternatif obyek wisata. Tempat-tempat ini harus menjadi destinasi liburan bagi para wisatawan. Semua tersaji lengkap di Tambora. Gunung, nuansa pantai, hingga bawah lautnya luar biasa. Wajar bila Pulau Moyo menjadi tujuan wisata para pesohor dunia,” terang Esthy.

Bambang M. Yasin, Bupati Dompu, mengatakan, lokasi penyelenggaraan acara puncak Festival Pesona Tambora 2018 bergeser dari tempat yang biasa digunakan pada tahun sebelumnya. Hal ini bertujuan agar para hadirin dapat menikmati keindahan Gunung Tambora dari sisi lain. Selain itu, juga diadakan sejumlah kegiatan, yakni Tano Festival, Tambora Challenge, Teka Tambora, dan Lawata Festival. Kegiatan yang paling menantang adalah Tambora Challenge, di mana para peserta berlari sepanjang 320 kilometer.

Pulau Sumbawa memiliki segitiga eksotis Samota, yaitu Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Gunung Tambora. Keindahan kawasan Samota memiliki daya tarik bagi para wisatawan. Ketiga lokasi ini merupakan favorit karena mencakup pegunungan hingga dunia bawah laut. Samota layaknya surga bagi para wisatawan.

Selain itu, Tambora juga memiliki Savana Doro Ncanga dan Doro Bente. Destinasi ini berada pada kawasan National Geopark Tambora. Savana Doro Ncanga merupakan lokasi bentangan padang rumput lebih dari 6.000 hektare. Masih di kawasan Tambora, terdapat Doro Bente yang merupakan kaldera yang tidak aktif lagi. Doro Bente memiliki ketinggian 80 mdpl dan berbatasan langsung dengan laut.

Sedangkan Teluk Saleh yang memiliki kedalaman mencapai 200 meter ini memiliki daya tarik sendiri. Kawasan ini familiar sebagai akuarium raksasa karena memiliki biota laut yang sangat lengkap. Beragam jenis spesies terumbu karang dan ikan ada di sana. Yang menjadi idola adalah manta atau pari paka. Perairan Moyo dikenal memiliki pusaran arus yang dikenal sebagai fenomena pembersihan air. Meski demikian, pusaran arus tersebut tidak berbahaya.

“Pulau Sumbawa ini kaya akan destinasi wisata favorit. Nuansa pantai-pantainya sangat khas. Para pengunjung Festival Pesona Tambora juga banyak mampir ke sana. Lokasi festival dengan Teluk Saleh sangat dekat,” kata Lalu Mohammad Faozal, Kepala Dinas Pariwisata NTB.