“Head to head jumlah wisman dengan wisnus sangat menarik di Festival Ulun Danu Beratan 2019. Arus wisman tetap dominan. Postur tersebut menarik. Hal ini menunjukkan kalau festival ini memiliki pasar mancanegara yang kuat. Kalau melihat kondisi di lapangan, wisatawan mendapatkan paket lengkap saat berkunjung ke sana. Sebab, venue dari event ini memang sangat eksotis,” kata Pitana lagi.
Berada di kawasan daerah tujuan wisata Ulun Danu Beratan, wisatawan mendapat experience yang lengkap. Sembari menikmati festival, mereka bisa mengeksplorasi eksotisnya Pura Ulun Danu Beratan. Kompleks candi air ini dibangun pada 1633 dengan Meru utama 11 atap yang didedikasikan untuk Siwa dan Parwati. Selain eksotis, udara di sini sangat sejuk karena berada di ketinggian 1.200 mdpl.
Saking eksotisnya, Pura Ulun Danu Beratan bahkan dipakai sebagai inspirasi mata uang pecahan Rp50.000. Jadi, siapkan juga uang pecahan itu saat hendak berfoto di sana. Experience wisatawan semakin sempurna dengan menyusuri keindahan danaunya. Untuk aktivitas air ini, wisatawan bisa menyewa perahu dengan harga Rp150.000 dengan kapasitas bisa untuk lima orang.
“Ulun Danu Beratan memang destinasi menarik, apalagi ada festival. Dengan kombinasi alam dan budaya eksotis seperti itu, wajar bila arus wismannya maksimal saat festival. Dengan profil luar biasa ini, destinasi tersebut akan berkembang. Wismannya tumbuh semakin maksimal. Secara keseluruhan, spot di Tabanan sangat beragam. Bukit dan lautnya sama-sama luar biasa,” jelas Muh. Ricky Fauziyani, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf.
Selain dataran tinggi, Tabanan memang memiliki garis pantai indah. Sentralnya berada di Tanah Lot yang terkenal dengan golden sunset-nya. Keindahan ini bisa dinikmati mulai pukul 17.00 WITA. Usai menikmati sunset, wisatawan juga bisa menikmati Kecak Dance Fire Show di Taman Budaya Surya Mandala. Pertunjukan tersebut bisa dinikmati dengan tiket seharga Rp50.000.






