BerandaEventIFRA 2026 Dorong Wirausaha Nasional Mencapai Target 10 Persen

IFRA 2026 Dorong Wirausaha Nasional Mencapai Target 10 Persen

Published on

spot_img
spot_img

Tangerang, Venuemagz.com – International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026 resmi digelar untuk ke-25 kalinya. Pameran persembahan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI)bersama Dyandra Promosindo ini digelar mulai 28-30 Agustus 2026 di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City. 

IFRA 2026 merupakan platform untuk mempertemukan pemilik merek, pelaku usaha, calon mitra, investor, serta masyarakat yang ingin mencari peluang bisnis khususnya waralaba. Terdapat 250 merek dari 175 perusahaan berpartisipasi dalam IFRA tahun ini yang berasal dari sektor makanan, minuman, pendidikan, kesehatan, ritel, dan lainnya.

“Kami harap pertemuan yang terjadi selama tiga hari ke depan dapat menghasilkan transaksi serta membuka peluang kolaborasi yang baik. Targetnya, kami dapat menghadirkan pengunjung sebanyak 30.000 orang secara luring maupun daring,” kata Daswar Marpaung selaku Presiden Direktur Dyandra Promosindo saat Pembukaan IFRA 2026 di ICE BSD.

IFRA 2026 mengusung tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising” sebagai bentuk dorongan bagi pertumbuhan bisnis waralaba dan kemitraan yang dijalankan secara beretika dan bertanggung jawab. Keunikan konsep bisnis, kualitas sistem, serta tata kelola yang baik menjadi faktor penting dalam memastikan pertumbuhan usaha dapat berlangsung secara berkelanjutan. 

BACA JUGA:  BBWI Travel Fair 2026 Catatkan Potensi Transaksi Hampir Rp1 Miliar

“Dengan tema ini harapannya pertumbuhan bisnis waralaba dinilai bukan dari seberapa banyak peluang yang diciptakan, tetapi bagaimana hubungan bisnis dibangun secara aman, legal, dan transparan,” jelas Daswar.

Waralaba Dorong Kewirausahaan Nasional  

Pembukaan IFRA 2026 juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) yang selalu mendukung terselenggaranya pameran ini. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan, dukungan tersebut dilakukan karena melihat waralaba menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional serta memperkuat posisi merek lokal di tengah persaingan merek asing.

“Sejak Undang-Undang Perdagangan terhadap waralaba diresmikan tahun 2014, sektor ini menjadi bagian penting dalam skema distribusi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kewirausahaan Indonesia yang saat ini rasionya masih 3,29 persen,” kata Iqbal.

BACA JUGA:  Art Jakarta Gardens Buka Tur Pameran Gratis

Menurutnya, angka tersebut masih tertinggal jauh dari negara lainnya seperti Malaysia 4,8 persen, Amerika Serikat 10 persen, hingga Singapura 12 persen. Oleh sebabnya, dibutuhkan acara seperti ini untuk meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia hingga 10 persen pada tahun 2045. 

Yang menggembirakan, jika sepuluh tahun lalu 70 persen Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) didominasi merek asing, kini merek lokal sudah unggul dengan 169 pendaftaran dibanding jumlah 163 dari luar negeri. Pemerintah akan terus hadir sebagai fasilitator, bukan untuk mendikte ekosistem ini. Untuk itu, tiap tahunnya kami bekerja sama dengan AFI mengadakan pameran waralaba ini untuk mendorong wirausaha

“Tapi yang menggembirakan adalah saat ini jumlah waralaba dalam negeri lebih banyak dari merek asing berdasarkan Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW). Perbandingannya adalah 169 pendaftaran waralaba dalam negeri dan 163 luar negeri,” jelasnya lagi.

BACA JUGA:  Hospital Expo 2025 Resmi Dibuka, Hadirkan Inovasi Terkini Alat Kesehatan dan Rumah Sakit

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Anang Sukandar, mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk membangun bisnis waralaba misalnya dari keragaman kuliner. Oleh sebabnya, penting memahami konsep waralaba secara tepat agar pertumbuhannya dapat berjalan sesuai koridor yang benar.

Anang menjelaskan waralaba dan kemitraan memiliki arti yang berbeda. Konsep kemitraan membutuhkan KSO (Kerja Sama Operasi), PIR (Perusahaan Inti Rakyat), dan subkontrak. Sementara, franchise memiliki konsep pemasaran atau strategi perusahaan. 

“Banyak pengusaha menganggap waralaba itu kemitraan, padahal konsepnya beda. Namun, keduanya merupakan sistem bisnis yang membutuhkan proses, standar, serta komitmen dari seluruh pihak yang terlibat,” ucap Anang. 

Bagi yang tertarik berkunjung ke IFRA 2026 dapat membeli tiket seharga Rp60.000/orang melalui situs www.ifra-indonesia.com atau secara langsung di lokasi pameran. Pengunjung dapat menemukan banyak peluang bisnis di pameran ini mulai pukul 10.00–20.00 WIB. 

spot_img
spot_img
spot_img

Perluasan Pasar ASEAN, Bakery China Bawa Ratusan Peserta Pameran ke Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Pameran perdana Bakery ASEAN telah dibuka sejak 27 hingga 29 Agustus...

Wilbex 2026 Vol. 2 Segera Digelar, Hadir dengan Skala Lebih Besar

Surabaya, Venuemagz.com - Willow Baby Expo (Wilbex) 2026 Vol. 2 akan segera digelar. Pameran...

The Art of Jamu: Sensasi Minum Jamu Kekinian di Aston Simatupang

Jakarta, Venuemagz.com - Jamu merupakan bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk menambah stamina maupun...

Nongkrong Satu Jam Lebih Lama di Ruang Kreatif 25/7

Jakarta, Venuemagz.com — Dyandra Promosindo menghadirkan sebuah event baru bernama 25/7 (Twenty Five Seven)....

Perluasan Pasar ASEAN, Bakery China Bawa Ratusan Peserta Pameran ke Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com — Pameran perdana Bakery ASEAN telah dibuka sejak 27 hingga 29 Agustus...

Wilbex 2026 Vol. 2 Segera Digelar, Hadir dengan Skala Lebih Besar

Surabaya, Venuemagz.com - Willow Baby Expo (Wilbex) 2026 Vol. 2 akan segera digelar. Pameran...

Pertama Kali Digelar! Bakery ASEAN Siap Boyong Ratusan Brand dan Chef Dunia ke Jakarta 

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, Bakery ASEAN diselenggarakan di Indonesia tepatnya di Jakarta...