Indonesia Menjadi Country of Honor Pada CAEXPO ke-16 di Nanning China

Monday, 15 July 19 0 Comments   Herry Drajat
CAEXPO

CAEXPO (China-ASEAN Expo) adalah pameran tahunan bertaraf internasional yang diselenggarakan berdasarkan hasil kesepakatan pada KTT China-ASEAN ke-7 pada Oktober 2003 di Bali dalam kerangka kerja perdagangan ekonomi CAFTA. Pameran yang rutin diikuti Indonesia ini berguna untuk memperkuat akses pasar dan menjalin kerja sama perdagangan dengan China.

Penyelenggaraan CAEXPO tahun ini akan berlangsung pada 20-23 September 2019 di The  Nanning International Convention and Exhibition Center, Cina, dan merupakan partisipasi ke-16 kalinya bagi Indonesia. Pada penyelenggaraan kali ini Indonesia diberi kehormatan sebagai Country of Honor. Hal tersebut diungkapkan Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Marolop Nainggolan pada konferensi  pers “The 16th CAEXPO Country of Honor: Indonesia” di kantor Kementerian Perdagangan, 11 Juli 2019.

“CAEXPO merupakan platform penting untuk mempromosikan perdagangan dan investasi Indonesia. Sebagai Country of Honor, kita dapat menggelar forum khusus Indonesia dengan negara lain. Kita juga akan lebih diistimewakan karena menjadi fokus perhatian dalam pameran yang tentu saja mendatangkan kesempatan besar bagi Indonesia,” ujar Marolop.

Sebagai Country of Honor tentunya memberikan optimisme peluang peningkatan kerja sama dagang dan investasi dengan China dan negara ASEAN lainnya. Menurut Marolop, Indonesia  akan memiliki kesempatan lebih besar mengeksplorasi kerja sama dengan negara anggota pameran. Indonesia juga akan mendapatkan fasilitas untuk menggelar forum bisnis yang sifatnya bisnis ke bisnis (B to B) dengan negara anggota China-ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA) maupun negara lain non-CAFTA. Hal ini diharapkan dapat memperluas peluang yang sudah ada serta meningkatkan penetrasi pasar baru.

Iriana Trimurty Ryacudu, Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen PEN, menambahkan, CAEXPO juga menjadi kesempatan menyeimbangkan perdagangan Indonesia dan China. “Kita harus gencar promosi ekspor ke China untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan Indonesia-China. Hal ini sekaligus menjadi upaya kita mengambil peluang dari situasi perang dagang AS-China di mana kedua negara membutuhkan penyuplai baru akibat perang tarif,” ujar Iriana.

Total perdagangan Indonesia-China periode 2018 tercatat sebesar US$72,67 miliar atau naik 23,48 persen dari total perdagangan 2017 yang sebesar US$58,84 miliar. Adapun total perdagangan Indonesia-China pada periode Januari-April 2019 telah mencapai US$22,4 miliar.

Pada penyelenggaraan CAEXPO ke-16 di Nanning, Indonesia kembali akan menempati dua paviliun, yaitu paviliun komoditas di Hall D5 seluas 2.910 m2  dan paviliun nasional (City of Charm) seluas 304 m2.

Pada paviliun komoditas akan dibangun maksimal 114 stan yang menampilkan produk furnitur, dekorasi rumah, makanan dan minuman, fesyen, aksesori dan perhiasan, serta barang-barang konsumsi. Sedangkan, di paviliun nasional akan diisi berbagai pergelaran kesenian ataupun produk unggulan dari setiap lembaga/provinsi yang mewakili Indonesia.

Pada 2018, partisipasi Indonesia terbilang sangat sukses. Transaksi pada CAEXPO 2018 meningkat 190 persen dari US$2,14 juta pada 2017 menjadi sebesar US$6,2 juta atau senilai Rp93,14 miliar pada 2018. Paviliun Indonesia yang berjumlah 79 stan dan diisi 66 pelaku usaha pun ramai dikunjungi sekitar 30.000 orang. Selain itu, Paviliun Indonesia juga mendapatkan penghargaan The Best City of Charm & The Best Exhibitors Organizing. Pada CAEXPO 2018, Paviliun Indonesia terbagi menjadi lima zona, yaitu furnitur, dekorasi rumah, fesyen, makanan dan minuman, serta produk spa dan herbal.

Pada CAEXPO 2018, Indonesia juga mendapatkan prospek investasi baru dari perusahaan China yang disalurkan melalui  kerja sama dengan perusahaan RI, berupa pembangunan pabrik produk berteknologi tinggi di Bitung.