Indonesia Raih Transaksi US$3,50 juta di Sirha Budapest 2020

Wednesday, 12 February 20 Herry Drajat
Sirha Budapest 2020

Kementerian Perdagangan terus berusaha untuk mencari peluang ekspor dengan cara mengenalkan produk-produk barang Indonesia melalui pameran di luar negeri, salah satunya adalah pada pameran Sirha Budapest 2020 yang berlangsung pada 4−6 Februari 2020 di Hungexpo, Hungaria, Budapest.

Sirha Budapest 2020 adalah pameran bertaraf internasional yang cukup bergengsi di Hungaria untuk menjangkau pasar Eropa Tengah dan Timur (ETT). Pameran yang berlangsung dua tahun sekali ini diikuti lebih dari 300 perusahaan yang bergerak di bidang industri mamin, horeka (hotel, restoran, dan katering), gastronomi, dan industri pengemasan. Pesertanya, 30 persen dari perusahaan- perusahaan besar di luar Hongaria dan 70 persen dari Hongaria.

“Partisipasi Indonesia pada pameran seperti ini di luar negeri merupakan strategi promosi dagang yang harus dilakukan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk membuka peluang pasar ekspor seperti produk mamin Indonesia untuk menyuplai bahan baku industri mamin ke pasar Hongaria dan negara ETT, serta negara-negara lain di dunia,” ujar Oke Nurwan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan.

Partisipasi Indonesia pada Sirha Budapest 2020 dengan menampilkan produk makan dan minuman (mamin), di antaranya permen kopi, biskuit kopi, wafer, kerupuk, keripik, produk keju olahan dan mayones, tuna kaleng, mi instan, aneka kopi Indonesia, minuman cokelat, produk santan dan air kelapa, produk bawang putih, kacang mete, gula kelapa, serta bahan pembuat kue seperti campuran kue, campuran kukis, dan campuran pudding.

Paviliun Indonesia menempati area seluas 75 m2 dan menampilkan 10 perusahaan Indonesia yang bergerak di sektor mamin, yaitu PT Rukun Mapan Bersama (RMB Food), PT Mulia Boga Raya Tbk, PT Rezeki Inthi Artha (Wilmond), PT Pondan Pangan Makmur Indonesia, PT Olaga food Industri, Indraco Group, CV Hitara Cipta Selaras, PT Mayora Indah Tbk, PT Agro Asia Berdikari, dan 1Rétköz-Pack Bt (distributor resmi PT Sambu Indonesia).

Partisipasi dalam pameran ini perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin memperoleh buyers aktual maupun potensial guna meningkatkan ekspor mamin Indonesia sehingga pasca-event akan tercipta transaksi dagang.

Menurut Kepala ITPC Budapest Addy Perdana, pameran ini dilakukan sebagai ajang promosi mengenalkan aneka produk mamin unggulan Indonesia ke pasar ETT.

“Melalui pameran ini buyer asing dan pengunjung diharapkan akan semakin mengenal produk Indonesia dan ingin berbisnis langsung dengan perusahaan Indonesia. Selain itu, para pengunjung juga mendapatkan informasi untuk dapat memasukkan produk-produk mamin Indonesia yang bercita rasa autentik ke negara- negara tempat mereka berasal,” kata Addy.

Keikutsertaan Indonesia ini telah berhasil mencatatkan transaksi potensial sebesar US$3,50 juta. Partisipasi Indonesia ini merupakan kerja ITPC Budapest dengan KBRI Budapest.

Hongaria merupakan mitra dagang yang sangat strategis bagi Indonesia. Periode Januari– September 2019, total perdagangan Indonesia-Hongaria mencapai senilai US$120,97 juta. Nilai ini terdiri atas ekspor Indonesia ke Hongaria sebesar US$57,10 juta atau naik 8,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Hongaria tercatat sebesar US$ 63,87 juta. Pada 2018, Indonesia merupakan mitra dagang Hongaria di  peringkat ke-47 dengan pangsa 0,1 persen.