Jakarta, Venuemagz.com – Pariwisata Indonesia kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Indonesia berhasil melesat naik ke peringkat dua sebagai Muslim-Friendly Destination of The Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, mengatakan pencapaian ini menegaskan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai destinasi wisata ramah muslim yang kompetitif di dunia. Ia juga mengapresiasi CrescentRating dan Mastercard atas diselenggarakannya GMTI 2026 sebagai salah satu acara prestisius di dunia.
“Kami sangat bangga karena pada tahun ini Indonesia berhasil naik tiga peringkat jika dibandingkan tahun 2025 yang berada di posisi kelima dunia,” ujar Bayu saat menerima penghargaan di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, yang dirangkum dalam siaran persnya.

Peringkat GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator. Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, serta infrastruktur transportasi.
Lalu aspek Communication dilihat dari kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran para pemangku kepentingan terhadap wisata ramah muslim. Sedangkan, aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, serta faktor pendukung lainnya.
Kemudian aspek Services dinilai dari berbagai indikator di dalamnya. Misalnya saja ketersediaan tempat ibadah atau masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah muslim di bandara, akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan muslim, hingga pengalaman wisata dan atraksi berbasis warisan budaya Islam.
Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79 dan menjadi capaian tertinggi sepanjang keikutsertaannya dalam GMTI. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.
Prestasi ini menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara. Lebih dari itu, prestasi ini diharapkan dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.
Program Kementerian Pariwisata
Semua capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) selama satu tahun belakangan ini. Beberapa di antaranya adalah penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, penguatan promosi destinasi melalui Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim.
Selanjutnya ada pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Kemenpar juga telah menyusun petunjuk teknis pengembangan destinasi pariwisata ramah Muslim.
Dengan usaha tersebut, Bayu optimistis Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing yang berkaitan dengan wisata halal. Hal ini untuk memastikan posisi Indonesia masih pada peringkat teratas di GMTI tahun mendatang.
“Kami optimistis Indonesia dapat kembali meraih posisi sebagai ‘Muslim-Friendly Destination of The Year’ pada tahun depan,” tambah Bayu.






