BerandaEventIndonesia Raih US$2,93 juta di Summer Fancy Food Show New York

Indonesia Raih US$2,93 juta di Summer Fancy Food Show New York

Published on

spot_img
spot_img

Indonesia berpartisipasi di pameran Summer Fancy Food Show (SFFS) yang berlangsung pada 23 hingga 25 Juni 2019 di Javits Convention Center, New York, Amerika Serikat (AS). Pameran makanan dan minuman (mamin) terbesar di Amerika Utara ini menampilkan produk specialty food yang merupakan produk mamin khas dengan nilai premium, diproduksi menggunakan bahan baku berkualitas, seperti produk organik, artisan, bebas gluten, dan bebas rekayasa genetik.

BACA JUGA:  FHCI Kembali Hadirkan Indonesia Human Capital Summit 2017

Reza Pahlevi, Atase Perdagangan Washington DC, mengatakan, Indonesia membawa tiga produk untuk dipamerkan di Summer Fancy Food Show, yakni mi instan produksi PT ABC President, keripik ubi ungu produksi Jans Enterprise, dan kopi specialty Jawa Barat produk dari Javanese Coffee. “Dalam pameran SFFS 2019, tiga komoditas tersebut diperkirakan membukukan transaksi potensial hingga US$2,93 juta,” ungkap Reza Pahlevi. 

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran yang menampilkan sekitar 200.000 produk, 2.600 perusahaan, dan dikunjungi lebih dari 25.000 orang ini merupakan sinergi antara pemerintah melalui KBRI Washington DC (Atase Perdagangan, Atase Pertanian), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, dan ITPC Los Angeles (LA) dengan para pelaku usaha.

BACA JUGA:  Thanks For Listening, Intimate Concert Untuk Perbedaan

Riset SFA tahun 2019 menunjukkan nilai penjualan ritel pasar specialty food di AS tahun 2018 mencapai US$148,7 miliar dengan tingkat pertumbuhan signifikan sebesar 9,8 persen. Nilai ini melebihi tingkat pertumbuhan jenis makanan dan minuman lainnya.

Permintaan produk mamin specialty terus meningkat, bahkan dengan harga premium. Hal itu dikarenakan kesadaran konsumen AS akan produk yang sehat semakin tumbuh dengan mengedepankan pelestarian lingkungan (sustainability), kisah di balik suatu produk (food story), dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA:  PEVS 2023 Hadirkan Program Baru Business to Government

“Meskipun kebutuhan biaya untuk memproduksi produk mamin specialty relatif lebih tinggi dibandingkan produk mamin secara umum, tetapi konsumen AS bersedia untuk membeli dengan harga premium. Peluangnya ada, terlebih dengan memanfaatkan kesempatan dari perang dagang antara AS dan China,” pungkas Reza.

spot_img

Food & Hospitality Indonesia 2026 Perkuat Daya Saing Industri F&B dan Hospitality Nasional

Jakarta, Venuemagz.com – Industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia memasuki fase pertumbuhan baru yang didorong oleh meningkatnya...

Tinta Asli Epson: Rahasia Hasil Cetak Tajam, Printer Awet, dan Bebas Masalah

Masih tergoda menggunakan tinta murah yang belum jelas keasliannya? Banyak pengguna printer baru menyadari...

Kembali Digelar, Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dengan Banyak Musisi

Solo, Venuemagz.com - Dyandra Promosindo kembali menghadirkan festival musik Projek-D pada 5 September 2026...

House of Tugu Old Town Jakarta Hadirkan Speakeasy Bar De Tiger

Jakarta, Venuemagz.com — Batavia Lama kembali bersinar. De Tiger, sebuah Far East Speakeasy Bar...