Industri Kerajinan dan Mebel harus Pentingkan Added Value

Friday, 09 March 18   25 Views   0 Comments   Harry Purnama
Indonesia International Furniture Expo 2018
Foto: Venuemagz/Erwin

Dyandra Promosindo kembali menyelenggarakan pameran Indonesia International Furniture Expo 2018 pada 9-12 Maret 2018 di JIExpo Kemayoran. Perhelatan Indonesia International Furniture Expo kali ini merupakan penyelenggaraan tahun kelima, di mana setiap tahun selalu mengalami progres yang luar biasa.

Pada Indonesia International Furniture Expo 2018 yang mengangkat tema “The Essence Of Infinite Innovation”, jumlah peserta yang hadir mencapai 500 peserta dan dihadiri belasan ribu buyer dari domestik dan mancanegara.

Soenoto, Ketua Umum HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia), mengatakan, “Industri mebel dan kerajinan adalah industri padat karya. Ditargetkan pada tahun ini industri ini menghasilkan lima miliar dolar, di mana setiap satu miliar dolar dapat menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja.”

Sementara itu, Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), mengatakan, industri mebel dan kerajinan—yang termasuk ke dalam sektor ekonomi kreatif—adalah soal added value. Tanpa added value, maka industri ini hanya menjual komoditas, dan itu nilainya lebih rendah.

No new design, no new business,” ujar Soenoto.

Indonesia International Furniture Expo 2018 menempati lahan seluas 60.000 meter persegi, dengan target pengunjung sekitar 6.000 orang.