Kementerian Perdagangan Adakan Webinar untuk Menguasai Pasar Global

Friday, 26 June 20 Herry Drajat

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Indonesia Marketing Association (MarkPlus Inc.) mengadakan webinar dengan tema “Kenali Local Brand yang Menguasai Pasar Global” pada 24 Juni 2020. Webinar tersebut diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari perwakilan perdagangan Indonesia di 32 negara, pelaku usaha, diaspora pada negara mitra, serta pihak terkait lainnya.

Pakar Pemasaran Hermawan Kartajaya hadir sebagai narasumber utama. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh para pimpinan perusahaan merek lokal unggulan Indonesia yang turut membagi wawasan dan pengalaman, di antaranya adalah CEO PT Gajah Tunggal Tbk. Buddy Tanasaleh, Global Marketing Director PT Mayora Indah Tbk. Ricky Afrianto, dan Direktur Corporate Affairs PT Asia Pacific Resources International Limited (APRIL Group) Agung Laksamana.

Kasan, Dirjen PEN, mengatakan, webinar ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terkait merek lokal Indonesia yang sudah menguasai pasar global, serta mendorong pelaku usaha berorientasi ekspor mampu menggapai peluang ekspor. 

Agus Suparmanto, Menteri Perdagangan, menegaskan, Kementerian Perdagangan akan terus menggenjot nilai ekspor Indonesia untuk meningkatkan surplus neraca perdagangan Indonesia, khususnya di masa pandemi COVID-19.

Menurut Agus, pandemi COVID-19 telah memberikan beberapa dampak dan tantangan baru bagi perdagangan global, termasuk Indonesia. Untuk itu, diperlukan terobosan dan stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi kembali stabil, salah satunya dengan memperkuat merek lokal di pasar global.

“Dalam mendukung merek lokal berkiprah di kancah global ini, Kemendag telah melakukan promosi produk melalui misi dagang dan pemeran internasional, memfasilitasi desain produk ekspor, serta memaksimalkan peran perwakilan perdagangan di luar negeri sebagai agen pemasaran,” ujar Agus.  

Kasan menambahkan, untuk menggenjot nilai ekspor Indonesia yang turut terdampak COVID-19, Kementerian Perdagangan juga menerapkan berbagai kebijakan strategis di bidang ekspor dan impor yang diharapkan dapat mendukung kelancaran produk lokal merambah pasar internasional.

Kebijakan strategis tersebut juga termasuk memberikan pelatihan kepada calon eksportir baru secara virtual selama masa pandemi, serta mengusulkan insentif berupa asuransi atau kredit ekspor bagi eksportir terdampak COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, Hermawan Kartajaya menyatakan, aspek pelatihan sangat penting terutama untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi pelaku usaha guna memperkuat merek usaha yang dijalankan. Lebih lanjut menurut Hermawan, kreativitas dan inovasi penting dibangun untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan. Melalui pelatihan, pelaku usaha juga dapat mendalami nilai kewirausahaan dan kepemimpinan yang berguna dalam mengelola bisnisnya. 

“Kunci suatu produk agar dapat berdaya saing berbeda di tiap negara tujuan ekspor. Untuk itu, penting bagi pelaku usaha mengenali pasar tujuan ekspor dari berbagai dimensi dan menentukan aspek pembeda agar suatu merek dapat menempati posisi sebagai pangsa pasar terbesar,” ujar Hermawan.

Pada periode Januari-Mei 2020, perkembangan neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$4,31 miliar dengan sumbangan terbesar dari surplus nonmigas sebesar US$7,67 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia mencapai US$64,46 miliar dengan nilai ekspor nonmigas sebesar US$60,97 miliar. 

Pertumbuhan ekspor yang positif pada periode tersebut disumbang oleh ekspor produk bahan bakar mineral sebesar US$8,13 miliar serta produk lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar US$7,51 miliar. Adapun lima negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia pada periode tersebut, yaitu India, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, dan Cina.