Komunitas Salihara Art Center dan ARCOLABS Gelar Workshop Video Stop Motion

Wednesday, 11 November 20 Bonita Ningsih
Komunitas Salihara Art Center

Komunitas Salihara Art Center bersama ARCOLABS akan menggelar workshop “Diam-Diam Bergerak” yang merupakan sebuah lokakarya untuk belajar dan berkreasi dengan membuat video stop motion dari benda-benda di rumah. Workshop yang akan digelar pada 21 November 2020 ini masuk ke dalam proyek seni media baru “Across Senses” yang akan terselenggara hingga 2021.

Workshop ini dapat diikuti oleh berbagai kalangan tanpa perlu ada keahlian khusus. Diselenggarakan melalui aplikasi Zoom, workshop ini bukan hanya sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tetapi juga upaya mengasah kreativitas dan menghidupkan keterampilan baru di tengah pandemi.

BACA JUGA:   Kuliner dan Pangan Indonesia Dipamerkan di Trade Expo Indonesia 2017

Para peserta workshop cukup mengunduh aplikasi Stop Motion Studio yang sudah tersedia di Google Play Store dan Apple Store. Setelahnya, peserta perlu menyediakan satu atau dua benda yang mampu digerakkan seperti action figure atau boneka.

Kegiatan ini mengajak seseorang untuk menciptakan karya animasi dengan keterbatasan ruang gerak. Para peserta juga dilatih untuk menciptakan karya stop motion sederhana menggunakan benda-benda yang ada di rumah dan membuat sebuah latar secara kreatif. Melalui kegiatan ini, orang awam akan merasa menjadi animator, meskipun hanya pada masa pandemi.

BACA JUGA:   Sweat To Discover Dukung Pertumbuhan Sport Tourism di Indonesia

Workshop ini akan dipandu oleh Alfi Zachkyelle, seseorang yang selama dua dekade ini aktif membuat komik, mengadakan pameran, dan mengajar komik di sejumlah universitas hingga sekolah seni di Indonesia. Pada tahun 2012, bersama istrinya Mey Zachkyelle, ia mendirikan Kampoong Monster Studio, sebuah laboratorium kreatif yang berfokus pada produksi dan pengelolaan kekayaan intelektual. Karya-karya yang dihasilkan berkaitan dengan desain karakter dan konten kreatif, seperti produksi TV/film, komik, animasi, mainan, game, dan cosplay.

“Salah satu cara menciptakan karya animasi dengan keterbatasan ruang gerak ialah melalui cara stop-motion. Proses yang dibutuhkan sangat efektif dan efisien sehingga dapat dilakukan sendiri oleh orang-orang,” ungkap Alfi.