BerandaEventIndustri Event Rugi Rp6,94 Triliun

Industri Event Rugi Rp6,94 Triliun

Published on

spot_img

Salah satu industri yang terdampak dari penyebaran COVID-19 adalah industri event. Adanya imbauan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk meniadakan acara yang menimbulkan keramaian dan penerapan social distancing adalah penyebab utama ditundanya bahkan dibatalkannya penyelenggaraan suatu event.

Mulkan Kamaludin, Ketua Umum IVENDO (Industri Event Indonesia), menyebutkan, saat ini paling tidak sekitar 50.000 pekerja kreatif di industri ini terancam kehilangan pekerjaannya. “Ratusan penggiat event yang notabenenya backbone dari event tourism terancam gulung tikar,” ujar Mulkan.

BACA JUGA:  Wonderful Indonesia Golf Tournament 2018 Promosikan Wisata Gunung dan Dataran Tinggi

Mulkan menambahkan, penundaan dan pembatalan event dialami 1.218 organizer di seluruh Indonesia, dengan total kerugian antara Rp2,69 triliun hingga Rp6,94 triliun. Kerugian tersebut sebagian besar karena dana-dana deposit yang sudah telanjur dibayarkan serta akibat barang keperluan event yang sudah telanjur diproduksi.

“Tiga porsi terbesar adalah di vendor produksi sebesar 26,23 persen, kedua adalah venue (22,30 persen), dan diikuti oleh artis atau pengisi acara (16,72 persen),” ujar Mulkan.

Mengenai pembatalan event, Mulkan menambahkan bahwa event yang dibatalkan umumnya 39,25 persen berasal dari permintaan klien sendiri. Sisanya ada dari kesepakatan bersama (28,50 persen), mengikuti imbauan dari pihak otoritas (29,44 persen), dan keputusan organizer sendiri sebesar 2,8 persen.

BACA JUGA:  Black Market Week Hadir di Dyandra New Adventure

Hal senada juga dialami oleh pekerja event di Bali. Grace Jeanie, Ketua DPD IVENDO Bali, menyampaikan bahwa industri event di Bali kurang lebih juga mengalami persoalan yang sama seperti daerah lainnya dan mencoba bertahan di tengah ketidakpastian ini.

“Tantangan nyata di depan mata bagi perusahaan EO di seluruh Indonesia kini adalah likuiditas keuangan. Bayangkan, sebentar lagi Lebaran, lalu adanya berbagai kewajiban di bank yang terus berjalan. Namun, kini tak ada pemasukan karena semua event ditunda bahkan dibatalkan,” ujar Grace.

BACA JUGA:  Homelife Indonesia Series 2025 Resmi Dibuka di JIEXPO Kemayoran

Mengenai kerugian yang dialami oleh organizer menurut Grace di antaranya adalah adanya penalti atas adanya penundaan maupun pembatalan yang diterapkan mitra bisnis, seperti dari maskapai penerbangan, hotel, venue, manajemen artis, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga organizer yang melaporkan bahwa mereka tetap harus menanggung penalti pembatalan dengan kondisi umum, bahkan ada hotel yang menerapkan bahwa deposit tidak bisa dikembalikan meski keadaan force-majeur.

spot_img
spot_img

IFRA 2026 Sukses Digelar, Buka Akses Bisnis dan Kolaborasi Baru

Jakarta, Venuemagz.com - Tren kewirausahaan dan ekspansi bisnis di Indonesia terus membuka ruang bagi...

IIPE 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Produk Gratis dari Ratusan Peserta Lokal dan Internasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 resmi dibuka hari ini, 4...

Indonesia Coffee Expo Jakarta 2026 Hadirkan 115 Brand

Jakarta, Venuemagz.com – Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 resmi dibuka di Jakarta International...

IFRA 2026 Sukses Digelar, Buka Akses Bisnis dan Kolaborasi Baru

Jakarta, Venuemagz.com - Tren kewirausahaan dan ekspansi bisnis di Indonesia terus membuka ruang bagi...

IIPE 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Produk Gratis dari Ratusan Peserta Lokal dan Internasional

Tangerang, Venuemagz.com - Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 resmi dibuka hari ini, 4...