Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition Dorong Promosi Produk Lokal ke Pasar Global

Wednesday, 11 November 20 Harry Purnama
Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition

Untuk pertama kalinya, Trade Expo Indonesia diselenggarakan secara virtual. Mengangkat tema “Sustainable Trade in the Digital Era”, Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition resmi dibuka pada 10 November 2020 oleh Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. Pameran dagang terbesar di Indonesia ini akan berlangsung hingga 16 November.

Agus mengatakan, Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition (TEI-VE) ke-35 ini merupakan upaya pemerintah mendorong keberlanjutan dan peningkatan promosi produk lokal ke pasar global dengan mengoptimalkan teknologi digital di masa pandemi COVID-19. Tujuannya untuk terus mendorong kinerja ekspor nasional.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pengembangan jejaring bisnis dan investasi bagi pelaku usaha dengan menyajikan produk-produk unggulan Indonesia,” kata Agus.

Hal tersebut senada dengan amanat Presiden Joko Widodo saat membuka Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition, yaitu agar pameran dagang seperti TEI-VE harus dijalankan sebaik-baiknya dengan kreativitas untuk mendukung keunggulan produk-produk Indonesia guna menjangkau konsumen dan pasar seluas-luasnya.

BACA JUGA:   Jokowi Harap Industri Mebel Naik Dua Digit

“Kita harus bergerak cepat, gesit, dan responsif menangkap peluang di tengah tantangan perdagangan global saat ini. Pameran produk ekspor yang setiap tahun dilaksanakan, dan tahun ini Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition ke-35 harus betul-betul mampu menghasilkan transaksi ekspor yang tinggi untuk menggerakkan roda perekonomian,” ujar Joko Widodo.

“TEI-VE ke-35 mendapat antusiasme yang tinggi dari para eksportir. Tercatat sejak diluncurkan secara resmi pada 21 September 2020, stan telah diisi sebanyak 690 pelaku usaha, melebihi target yang semula ditetapkan sebanyak 300 pelaku usaha,” ujar Agus.

Hingga 10 November 2020, tercatat 3.870 buyers dari 109 negara telah mendaftarkan diri, baik secara langsung melalui perwakilan perdagangan RI di luar negeri maupun secara daring.

BACA JUGA:   Ikatan Arsitek Indonesia Adakan Pameran dan Konferensi ARCH:ID

Pada 2019, total transaksi Trade Expo Indonesia tercatat sebesar US$10,96 miliar yang terdiri atas transaksi produk (barang dan jasa) sebesar US$1,54 miliar, transaksi investasi sebesar US$9,29 miliar, dan transaksi jasa sebesar US$120,08 juta.

Agus menyampaikan apresiasi kepada PT Debindo selaku penyelenggara acara dan kepada para sponsor. “Kesuksesan penyelenggaraan Trade Expo Indonesia tahun lalu merupakan wujud kolaborasi pemerintah dan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia. Semoga kesuksesan TEI akan kembali terwujud pada penyelenggaraan tahun ini,” ujar Agus.

Pada kesempatan yang sama, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) “Pengembangan Ekspor ke Australia melalui Pemanfaatan Trading House”. MoU ditandatangani oleh Dirjen PEN Kasan dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja, dengan disaksikan Menteri Perdagangan.

BACA JUGA:   IIFEST 2020 Bantu Perkuat UMKM dengan Digitalisasi

Kasan menjelaskan, tujuan kerja sama ini adalah mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke Australia sebagai implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Nota kesepahaman ini diharapkan dapat meningkatkan peran para usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dalam meningkatkan ekspor nasional. Pemerintah memiliki komitmen besar bersama-sama dengan mitra strategis untuk mengimplementasikan butir-butir cakupan kerja sama sesuai tugas dan fungsi masing-masing sehingga mampu meningkatkan ekspor nasional yang berdaya saing,” ujar Kasan.