BerandaEventLayang-Layang Pemikat Wisatawan

Layang-Layang Pemikat Wisatawan

Published on

spot_img
spot_img

Permainan layang-layang tidak hanya dianggap sebagai mainan biasa di sejumlah wilayah, termasuk di Bali. Di beberapa negara, layang-layang bahkan menjadi budaya yang dilakukan secara turun-temurun. Beberapa budaya di berbagai negara menganggap bahwa layang-layang merupakan sebuah ritual untuk menghormati dewa atau Tuhan.

Bermain layang-layang, atau di Bali disebut dengan Melayangan, telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat Bali. Bagi masyarakat Bali, layang-layang dipercaya mempunyai badan, tulang, dan roh. Salah satu event yang diadakan rutin setiap tahun dan sangat antusias diikuti oleh masyarakat Bali adalah Festival Layang-Layang Bali. Festival ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis lokal dan mancanegara.

Festival Layang-Layang Bali yang ke-38 diadakan pada 22-24 Juli 2016 di Pantai Padang Galak. Pelaksanaan Festival Layang-Layang di Bali biasanya digelar pada Juli hingga Oktober, sebab pada bulan-bulan tersebut tiupan angin biasanya paling sempurna untuk menerbangkan layang-layang. Ratusan turis lokal dan mancanegara terlihat memadati area acara untuk menyaksikan layang-layang yang diterbangkan.

BACA JUGA:  Beli Karya Seni Dapat Cashback hingga Rp2 Juta? Datang ke Art Jakarta Gardens 2026

Pada pelaksanaan Festival Layang-Layang Bali ini ada tiga jenis layang-layang yang dilombakan, yakni Pecukan, Bebean dan Janggan. Biasanya, layang-layang tradisional Bali memiliki ukuran besar, dengan lebar sekitar 4 meter dan panjang 10 meter. Salah satu jenis layang-layang, yaitu Janggan, memiliki ekor pita yang mengagumkan dan memiliki panjang mencapai 100 meter atau lebih. Selain ukuran yang tidak biasa, layang-layang di Bali juga dilengkapi dengan instrumen suara berbentuk getaran pada tali busurnya yang disebut Guwang. Alat tersebut akan menghasilkan dengungan suara yang dapat didengar dari kejauhan.

Festival Layang-Layang di Pantai Padang Galak ini menjadi salah satu pembuka rangkaian acara Festival Layang-Layang Bali yang digelar oleh Asosiasi Layang-Layang Bali, atau disebut Pelangi (Persatuan Layang-Layang Bali), yang diketuai oleh Ida Bagus Rai Andayana. Setelah pelaksanaan di Padang Galak, dilanjutkan dengan kompetisi layang-layang di berbagai lokasi lain, seperti Kompetisi Layang-Layang Gianyar pada 31 Juli-2 Agustus atau 8-9 Agustus, Kompetisi Layang-Layang Denpasar pada 7-9 Agustus, di  Biaung pada 14-15 Agustus, di Tanjung pada 21-23 Agustus, di Pantai Mertasari Sanur dalam acara Sanur Village Festival pada 28-30 Agustus, Pantai Mertasari, Sanur, Penatih pada 4-6 September, Penatih, Denpasar, Ungasan pada  11-13 September, hingga Festival Layang-Layang Internasional Bali pada 23-25 Oktober di Pantai Padang Galak, Sanur.

BACA JUGA:  IFRA x ICE 2025 Hadirkan Lebih dari 240 Peserta Pameran 

Penetapan tanggal acara juga dapat berubah karena tergantung kondisi cuaca di Bali. Kondisi cuaca memang sangat berpengaruh pada penyelenggaraan festival layang-layang ini dan berpengaruh juga pada jumlah peserta yang ada. Made Yudha, Ketua II Bidang Lapangan Festival Layang-Layang ke-38 Bali, mengatakan, peserta tahun ini mencapai 987 peserta, sedangkan di tahun lalu melebihi 1.000 peserta. “Tahun ini agak berkurang sedikit pesertanya, salah satunya disebabkan faktor cuaca ekstrem,” ujar Yudha.

Untuk tamu mancanegara, pada tahun ini akan ada tujuh pemantau yang berasal dari Jepang, Australia, dan Swedia. Sementara itu, peserta dari Bali sendiri berasal dari berbagai kabupaten dan kota, termasuk Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

BACA JUGA:  IIMS 2022 Buka Peluang Industri Otomotif di Awal Tahun

Selain tantangan cuaca ekstrem, pihak panitia juga berusaha keras untuk mengubah paradigma peserta tentang layang-layang yang saat ini sudah banyak terbuat dari sistem knock down sehingga memberi keamanan dan kemudahan saat membawanya ke lokasi kompetisi. “Kami berupaya keras untuk selalu mengikuti teknologi dan berinovasi terus dari tahun ke tahun seperti sistem knock down yang banyak digunakan saat ini,” kata Yudha.

Yudha juga berharap festival ini terus terjaga dan berlangsung setiap tahun sekaligus berperan menaikkan kunjungan wisatawan ke Pulau Bali. “Semoga saja banyak pihak terkait ikut mempertahankan festival ini, termasuk Pemprov Bali dan wali kota agar lapangan tempat penyelenggaraan acara tidak berubah fungsi,” kata Yudha.

Penulis: Nila Sofianti

spot_img
spot_img
spot_img

IHG Hotels & Resorts Akan Membuka Hotel Kimpton Pertama di Indonesia

Bali, Venuemagz.com -- IHG Hotels & Resorts memperkenalkan tampilan perdana Kimpton Suntaya Bali Ubud,...

Samara Lombok Hadirkan Rafa Nadal Tennis Center Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok telah terpilih sebagai lokasi Rafa Nadal Tennis Center pertama...

HONNE Hadirkan Meet and Greet Eksklusif di Aloft by Marriott Kebon Jeruk

Jakarta, Venuemagz.com -- Di Aloft by Marriott, musik selalu menjadi bagian dari pengalaman menginap...

IHG Hotels & Resorts Akan Membuka Hotel Kimpton Pertama di Indonesia

Bali, Venuemagz.com -- IHG Hotels & Resorts memperkenalkan tampilan perdana Kimpton Suntaya Bali Ubud,...

Samara Lombok Hadirkan Rafa Nadal Tennis Center Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok telah terpilih sebagai lokasi Rafa Nadal Tennis Center pertama...

HONNE Hadirkan Meet and Greet Eksklusif di Aloft by Marriott Kebon Jeruk

Jakarta, Venuemagz.com -- Di Aloft by Marriott, musik selalu menjadi bagian dari pengalaman menginap...