Para Pelari Jepang Jadi Incaran Electric Jakarta Marathon 2019

Saturday, 31 August 19 Bonita Ningsih
Electric Jakarta Marathon 2019

­Electric Jakarta Marathon edisi ketujuh ini akan kembali digelar pada 27 Oktober 2019 di Plaza Utara Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Penyelenggaraan acara yang didukung penuh oleh PLN ini sekaligus untuk memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) yang jatuh di tanggal yang sama.

Panitia menargetkan akan ada 16.500 peserta dari berbagai belahan dunia yang mengikuti ajang lomba maraton terbesar di Indonesia ini. Hingga saat ini tercatat sudah ada 1.377 peserta berasal dari mancanegara, seperti Malaysia, India, Amerika Serikat, Prancis, Belanda, Korea Selatan, Italia, Singapura, dan Jepang.

Sejak tahun 2013, Jepang selalu menjadi penyumbang peserta asing terbanyak. Tahun ini, peserta dari Jepang sudah mencapai 507 pelari, meningkat 80 pelari dari tahun sebelumnya yang hanya 427 peserta.

Ndang Mawardi, Founder dan CEO Inspiro sebagai promotor dan organizer Electric Jakarta Marathon, mengatakan, peserta dari Jepang memang menjadi target utama dari kegiatan ini. Ia menilai masyarakat Jepang sangat menyukai lari dan selalu antusias jika ada kegiatan lomba lari seperti ini.

“Setiap tahun kita juga sering lakukan promo dan pameran di Tokyo Marathon. Jadi, dari situ mereka tahu kalau di Indonesia ini juga ada acara seperti itu,” ungkap Ndang.

Pihak penyelenggara juga memberi kemudahan bagi pelari Jepang untuk masuk ke Indonesia. Salah satu caranya ialah menyediakan paket-paket khusus bagi masyarakat Jepang jika ingin ke Indonesia. Bahkan, Ndang bekerja sama dengan biro perjalanan Indonesia yang ada di Jepang untuk memberikan paket khusus tersebut.

Sementara itu, terkait dengan rute yang akan ditempuh para peserta tidak banyak mengalami perubahan. Rina Tambunan, Race Director Electric Jakarta Marathon, mengatakan, rute dan titik-titik penting saat perlombaan masih sama seperti tahun sebelumnya. Dia mengatakan justru di tahun ini pihaknya akan menambah beberapa elemen-elemen untuk keselamatan para peserta marathon.

“Kita malah menambah titik di mana ambulance akan kita perbanyak. Pokoknya, setiap kejadian yang ada di lapangan akan dimonitor langsung di kantor yang kita buat, tepatnya di GBK,” ujar Rina.

Kegiatan yang setiap tahunnya diselenggarakan pada minggu akhir bulan Oktober ini menyediakan lima kategori nomor lari yang dilombakan, yakni Full Marathon (42,195 km), Half Marathon (21 km), 10K (10 km), 5K (5 km), dan Maratoonz (1 km) untuk anak-anak usia 5-10 tahun. Rute lomba yang dilalui peserta pun sudah melewati proses kalibrasi dan telah memperoleh sertifikasi dari Association of International Marathon and Distance Races (AIMS) dan International Association of Athletics Federations (IAAF).