Jakarta, Venuemagz.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkomitmen untuk mengembangkan sejumlah program berkaitan dengan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga energi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembangkan program tersebut adalah dengan menggandeng Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) agar dapat berkolaborasi di dalamnya.
Hal tersebut disambut baik oleh Kementerian Ekraf dengan sebuah pertemuan penting antara Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Dalam pertemuan ini, Gubernur NTB menyampaikan tiga program utamanya yang berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif.
Pertama, Pemprov NTB menyatakan keinginannya untuk menghadirkan lebih banyak lagi intellectual property (IP) event di wilayahnya. Pemprov NTB berniat akan memberikan sertifikasi khusus terhadap event organizer (EO) di wilayahnya dengan berkolaborasi bersama Indonesia Event Industry Council (IVENDO) sebagai wadah organisasi asosiasi para penggiat event.
Para penggiat EO di NTB diajak untuk mengikuti pelatihan maupun workshop agar bisa mendapatkan sertifikasi tersebut. Workshop akan membahas berbagai ilmu dan pengetahuan dalam menggelar beragam kegiatan event yang berstandar nasional maupun internasional.
“Jadi kita bisa mengupayakan agar IP event di NTB bisa muncul yang baru baru. Apakah itu kaitannya dengan pameran, musik, seminar. Untuk penguatan terhadap para profesional EO kan salah satu mitra kita IVENDO, nanti bisa dibantu pelatihan sertifikasinya,” jelas Teuku Riefky saat menerima menerima audiensi Gubernur NTB di Kantornya, Jakarta Pusat.

Teuku Riefky juga menyambut baik program kedua yang disampaikan Pemprov NTB berupa pengembangan sekolah programming atau coding berbasis internasional bersama School 42 secara gratis. Program vokasi ini nantinya bisa menghadirkan talenta-talenta di dunia digital maupun multimedia yang sesuai dengan subsektor di Kementerian Ekraf.
Program ketiga yang telah diupayakan Pemprov NTB adalah membangun data center berbasis tenaga solar di kawasan Mandalika. Hal ini mendapatkan apresiasi dari Teuku Riefky mengingat data center memiliki peran penting untuk sejumlah subsektor dalam ekosistem ekonomi kreatif.
“Data center itu mendukung ekosistem digitalnya, ada gig economy atau digital nomad-nya bisa berkembang di Mandalika. Memang salah satu penugasan kita juga untuk mendukung digital nomad, gig economy ini juga dari Menko Perekonomian,” ungkapnya lagi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal mengucapkan terima kasih karena Kementerian Ekraf dapat menyambut positif ketiga program tersebut. Iqbal berjanji akan terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di wilayahnya untuk mensejahterakan masyarakat sekitar.
Sebelumnya, Pemprov NTB telah melakukan kerja sama bersama Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali dengan menyepakati pembangunan super hub. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pembangunan nasional khususnya bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kita sepakat melakukan integrasi tiga hal yakni pariwisata, ekonomi kreatif dan energi. Kita terintegrasi. Arahnya adalah membangun super hub. Kita juga membangun connectivity dari kerja sama ini,” kata Iqbal.





