Venuemagz.com – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) berkomitmen untuk memperluas pasar Tiongkok yang menjadi salah satu pasar prioritas pariwisata di tanah air. Bentuk komitmen yang dilakukan Kemenpar adalah dengan menggelar Wonderful Indonesia Business Matching (WIBM) di Beijing, pada 10 September 2025.
WIBM Beijing berhasil digelar atas kerja sama strategis Kemenpar, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, dan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM). Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata Indonesia ke pasar wisatawan Tiongkok.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan lanjutan dari WIBM Seoul yang digelar pada 8 September 2025 di Korea Selatan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk rangkaian promosi luar negeri untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan di kawasan Asia Timur.
“WIBM merupakan wujud nyata dari implementasi program Pariwisata Naik Kelas melalui pendekatan high level yang strategis. Kemenpar ingin memastikan bahwa transformasi pariwisata Indonesia tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga tercermin melalui cara Kementerian membangun jaringan dan kemitraan global,” ungkap Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar dalam keterangan tertulisnya.

Dalam WIBM Beijing, Kemenpar berhasil menghadirkan 22 pelaku industri pariwisata Indonesia sebagai sellers. Pelaku pariwisata yang berpartisipasi mencakup pengelola hotel dan resort, agen perjalanan/tour operator (TA/TO), maskapai penerbangan, serta pengelola atraksi wisata.
Dari business matching tersebut, dihasilkan 12.984 potensial pax yang setara dengan potensi devisa sekitar Rp254,5 miliar atau US$ 15,4 juta. Jika merujuk pada Average Spending per Arrival (ASPA) wisatawan asal Tiongkok tahun 2024 sebesar US$ 1.188,11.
Selain ajang business matching, kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok. Ini menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama bilateral, membangun koneksi antar pelaku industri, mendukung target nasional sebesar 14,6 juta hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2025.
Sedangkan target yang diharapkan Kemenpar khusus wisatawan Tiongkok ke Indonesia pada 2025 adalah 1.220.000 hingga 1.350.000 kedatangan. Target ini melampaui jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia pada 2024 yang hanya 1.198.582 orang dan menempatkannya sebagai peringkat empat setelah Malaysia, Singapura, dan Australia.
Pada kesempatan ini, Kemenpar juga menyelenggarakan Tourism Investment Meeting yang diharapkan mampu mendukung peningkatan investasi sektor pariwisata khususnya dari Tiongkok. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, menjelaskan bahwa pada 2024 Tiongkok tercatat sebagai negara asal utama penanaman modal asing (PMA) dengan nilai investasi Rp540 miliar di sektor pariwisata.

Rizki mengatakan berbagai peluang investasi dan kerja sama di sektor pariwisata telah disampaikan kepada pihak Tiongkok melalui pertemuan ini. Adapun proyek investasi yang ditawarkan berhubungan dengan hospitality, pengembangan kawasan pariwisata, serta Health and Wellness Tourism.
Tourism Investment Meeting juga menjadi ajang untuk mempertemukan pemilik proyek Indonesia dengan para investor dan pemangku kepentingan kunci dari Tiongkok. Dengan harapan, banyak investor Tiongkok yang tertarik untuk menanam modal di Indonesia.
“Dengan menampilkan proyek-proyek yang sudah siap untuk dikerjasamakan, kami berharap pertemuan ini tidak hanya melahirkan minat, tetapi juga dapat ditindaklanjuti dengan kesepakatan bisnis yang mampu mendorong arus investasi pariwisata Indonesia,” kata Kiki begitu sapaan akrab Rizki.






