PON XX Papua Gelar Eksibisi E-Sports

Thursday, 23 September 21 Bonita Ningsih

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada 2-15 Oktober 2021 akan mempertandingkan beragam cabang olahraga (cabor) di dalamnya. Tahun ini, pihak penyelenggara akan memasukkan e-sports sebagai salah satu cabang olahraga dalam eksibisi PON Papua.

Eksibisi E-Sports PON XX Papua akan berlangsung lebih dulu yakni pada 21-26 September 2021 di Hocky Indoor, Doyo Baru, Jayapura. Pembukaan eksibisi ini dilakukan secara langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

“Saya menyampaikan terima kasih atas diperkenankannya e-sports menjadi salah satu cabang olahraga dalam eksibisi PON Papua. Ini merupakan dorongan motivasi yang besar dalam pengembangan dan penguatan ekosistem e-sports di tanah air,” kata Sandiaga.

Hadirnya cabor e-sports dikarenakan industri game tengah berkembang di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan, saat ini ekosistem e-sports tanah air semakin kuat sehingga dapat mendorong naiknya kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional.

BACA JUGA:   Drive-In Senja Hadir di Kota Bandung

Sandiaga mengatakan, perkembangan industri game saat ini dapat dijadikan sebuah peluang bisnis yang potensial di masa mendatang. Oleh karenanya, pemerintah akan terus berupaya mendorong naiknya kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional.

Ia juga menjelaskan bahwa industri e-sports telah berhasil menyumbang pemasukan negara sebesar US$1,3 miliar pada tahun 2019. Bahkan, dalam setahun ke depan pendapatan industri e-sports mampu tumbuh sebesar 33 persen menjadi US$1,8 miliar.

“Tidak hanya ditangkap sebagai market, saat ini, Indonesia juga secara aktif telah menjadi pelaku di dalamnya,” ungkap Sandiaga yang juga menjabat sebagai Pembina Pengurus Besar E-Sports Indonesia (PBESI).

Dengan perkembangan tersebut, penyelenggaraan Eksibisi E-sports PON XX Papua 2021 telah mendapatkan respon tinggi dari insan e-sports tanah air. Hal ini dibuktikan dengan jumlah peserta yang mendaftarkan diri melalui platfrom Garudaku.com.

BACA JUGA:   Sail Karimata Hadirkan Kompetisi Skala Internasional

Terdapat 49.905 atlet dan 10.877 tim e-sports potensial dari 34 provinsi yang mendaftarkan diri untuk berlomba di ajang ini. Seluruh peserta yang terjaring telah melalui babak kualifikasi tingkat provinsi (25 Agustus-5 September) dan babak kualifikasi Pra-PON (7-14 September) untuk meraih tiket ke Papua.

Mereka berkompetisi di empat kategori pertandingan, yaitu PUBG Mobile, Free Fire, Mobile Legends: Bang Bang, dan Pro Evolution Soccer (PES) 2021. PUBG Mobile diikuti 19.664 atlet dari 4.916 tim, Free Fire diikuti 13.608 atlet dari 3.402 tim, Mobile Legends: Bang Bang diikuti 11.985 atlet dari 2.397 tim, sedangkan PES 2021 diikuti 3.838 atlet.

Masing-masing atlet akan memberikan hasil terbaik untuk membawa nama besar daerahnya. Selain itu, penyelenggaraan eksibisi ini juga sebagai bentuk pembuktian dari pihak penyelenggara bahwa PON XX mampu menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE yang ketat dan disiplin.

BACA JUGA:   ANRI Selenggarakan Pameran Sumpah Pemuda

“Melihat peluang yang ada pada industri kreatif ini, bukan tidak mungkin Indonesia dengan segala kesiapan dapat menjadi tuan rumah bagi even pertandingan e-sports sejenis. Tak hanya berskala nasional saja, tetapi internasional juga,” ucap Sandiaga.

Ketua KONI Pusat, Marsciano Norman, mengatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pengembangan e-sports di tanah air. Melihat tingginya antusiasme dari masyarakat, membuktikan bahwa industri e-sports Indonesia memiliki peluang besar ke depannya.

“Dengan fakta-fakta yang ada, diharapkan ada anak Indonesia yang akan muncul sebagai pemain terbaik di dunia e-sports,” kata Marsciano.