BerandaEventKKP Kembangkan 10 Desa Wisata Bahari

KKP Kembangkan 10 Desa Wisata Bahari

Published on

spot_img
spot_img

Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mengembangkan 10 desa wisata bahari menuju desa mandiri yang  terintegrasi dengan pengembangan KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional). Pengembangan itu akan tetap mengedepankan aspek konservasi dan pengelolaan berbasis masyarakat.

Oleh Bayu Hari

Meskipun 2/3 dari wilayah Indonesia merupakan lautan, namun kontribusinya laut terhadap perekonomian nasional belum maksimal. Guna meningkatkan peran laut terhadap perekonomian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun akan mengembangkan 10 desa wisata mandiri.

Rencana pengembangan itu antara lain akan dilakukan di Kabupaten Kepulauan Tidore, Kabupaten Berau, Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Sabang, Kabupaten Ende, Kabupaten Raja Ampat, Morotai, dan Labuan Bajo.

BACA JUGA:  STP Bali Internasional Menangi Kompetisi MICE Destination Marketing Contest

“Nanti di lokasi wisata bahari jangan lupa tanam karang dan tanam mangrove. Ini sangat penting untuk lingkungan dan mencegah dampak climate change,” kata Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan dalam acara Gelar Wisata Bahari 2019, beberapa waktu lalu.

Program Wisata Bahari Mandiri yang akan dikembangkan oleh KKP merupakan pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat dan potensi lokal. Konsep Desa Wisata Bahari adalah konsep mengembangkan desa yang memiliki potensi wisata dengan mengedepankan konservasi sumberdaya alam dan ekosistem dalam setiap pengelolaan wisata, menjadikannya prioritas pertama setelah peningkatan sektor ekonomi.

BACA JUGA:  Lima Event Internasional Tahun 2025 yang Wajib Dikunjungi

Ini merupakan konsep yang melibatkan masyarakat, tidak hanya sebagai obyek dan penonton, tetapi lebih berperan sebagai pelaku usaha wisata. Konsep yang memberdayakan dan mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan wisata bahari yang peduli alam dan lingkungan yang sekaligus mensejahterakan kehidupan masyarakat. Diharapkan dengan program ini masyarakat juga dapat mengelola kawasannya menjadi kawasan ekowisata unggulan.

BACA JUGA:  Kejar Pasar MICE, Thailand Luncurkan Strategi Digital

Sementara itu, program Desa Wisata Mandiri sejatinya telah dilakukan oleh KKP di beberapa destinasi. Salah satunya di Wisata Mangrove Bagek Kembar Sekotong, Lombok. Di tempat ini, lahan yang tergerus abrasi ditanami bakau oleh masyarakat dan kini menjadi sebuah destinasi wisata baru.

“Sekarang abrasi berkurang. Kami juga membuat jalur tracking mangrove dan menara pandang sehingga tempat ini menjadi ramai oleh wisatawan,” kata Agus Alwi, Ketua Kelompok Masyarakat Pengelola Wisata Mangrove Bagek Kembar.

Pasca kawasan ini kembangkan sebagai wisata mangrove, masyarakat pun mulai merasakan manfaat ekonominya. Menurut Agus, dari tarif biaya parkir kendaraan saja, rerata menghasilkan Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

spot_img
spot_img

Sembilan Atraksi Wisata Baru di Singapura

Singapura, Venuemagz.com – Sepanjang tahun 2025, jumlah turis Indonesia yang berkunjung ke Singapura mencapai...

Deretan Atraksi, Konser, dan Pengalaman Imersif yang Wajib Masuk Agenda di Singapura

Singapura, Venuemagz.com -- Singapura kembali menghadirkan beragam acara menarik yang siap memanjakan wisatawan dari...

Nuanu Bali Hadirkan Dua Pameran Seni Kontemporer Secara Gratis

Bali, Venuemagz.com - Nuanu Creative City menghadirkan dua pameran seni secara bersamaan di Labyrinth...

KKP Perkuat Desa Wisata Bahari

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi wisata selam cukup besar. Hal ini...