Kabupaten Tangerang, Venuemagz.com – Penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 resmi dibuka hari ini, 14 Oktober 2026, sebagai etalase utama produk Indonesia dalam rantai pasok global. Pameran dagang yang diinisiasi sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto pada tahun 1985 ini berlangsung hingga 18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.
Pembukaan TEI 2026 dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ketiganya menyampaikan fondasi ekonomi nasional yang makin solid, fokus kebijakan perdagangan, hingga target besar yang diusung dalam pameran tahun ini.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo yang diwakili Menko Bahlil menyampaikan optimismenya atas ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Hal ini dibuktikan dengan laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berhasil tumbuh positif di angka 5,45 persen pada semester I 2026.

“Ini menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi terbaik di antara negara-negara G20 dengan inflasi terjaga di bawah 3 persen. Dalam hal ini, perdagangan domestik maupun ekspor-impor menjadi faktor pertumbuhan ekonomi,” ungkap Prabowo.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan bahwa sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 193,64 miliar, tumbuh 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 184,89 miliar. Kinerja impresif ini menghasilkan surplus neraca perdagangan kumulatif hingga Agustus 2026 sebesar US$ 7,25 miliar.
Tiga Fokus Kemendag: Dari Lokal untuk Global
Meskipun telah mencapai kinerja yang positif, pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Dalam hal ini, Kementerian Perdagangan telah menyiapkan tiga fokus program utama yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan yang terakhir dari lokal untuk global.
Program pengamanan pasar dalam negeri dilakukan dengan mendorong produk-produk lokal agar memiliki daya saing yang tinggi dan mampu menguasai pasar domestik. Sedangkan, perluasan pasar ekspor dilakukan dengan membuka akses pasar internasional melalui kemitraan dan perjanjian perdagangan.

“Hingga saat ini total perjanjian dagang yang sudah terimplementasi sebanyak 25 perjanjian dan sebanyak 13 perjanjian saat ini sedang dalam proses perundingan. Ini adalah bagian dari dua tahun gerak nyata masa pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Mendag Budi dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, program dari lokal untuk global dilakukan untuk mendorong pelaku UMKM agar dapat melakukan ekspor dan merambah pasar internasional. Salah satu bentuk implementasi Kemendag terhadap program tersebut adalah melalui bisnis matching yang difasilitasi 46 kantor ITPC dan atase perdagangan di 33 negara.
“Kami juga melakukan fasilitasi agar desa bisa ekspor, di mana banyak produk dari desa yang mempunyai potensi untuk dikembangkan hingga menembus pasar ekspor,” tambah Budi.
Upaya lainnya yaitu menghubungkan UMKM dengan pasar dalam negeri agar produk lokal semakin mendominasi pasar domestik. Lainnya adalah melalui program Kampus Preneur yang saat ini sudah menggandeng 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
“Kami mengajarkan anak-anak muda dan para mahasiswa untuk belajar menjadi wirausaha, salah satunya sebagai eksportir melalui program ini,” dia menambahkan.
Ribuan Peserta dan Pembeli dari 134 Negara
Pada pelaksanaan TEI tahun ini menghadirkan 1.873 peserta pameran dari berbagai sektor unggulan tanah air. Mulai dari makanan, minuman, pertanian, manufaktur, fashion, furniture & home decor, hingga penyediaan kawasan industri untuk menarik investasi asing.
Tak hanya peserta, TEI 2026 juga dipastikan akan dihadiri buyer potensial dari berbagai negara. Berdasarkan data per hari ini, sudah ada 16.885 buyer yang mana 8.092 merupakan buyer luar negeri yang berasal dari 134 negara.

Capaian ini tak lepas dari dukungan Kementerian Luar Negeri yang senantiasa mendatangkan banyak peluang perdagangan dari negara lain. Menko Zulkifli mengapresiasi peran aktif para Duta Besar dan diplomat Indonesia di luar negeri yang berhasil mendatangkan delegasi pembeli Internasional ke dalam TEI 2026.
Tak hanya itu, Zulkifli juga menyoroti pentingnya diversifikasi pasar tujuan ekspor baru bagi produk-produk asal Indonesia. Ia menilai, kawasan Asia Selatan dan Afrika menyimpan potensi luar biasa bagi produk-produk Indonesia.
“Asia Selatan itu potensinya paling besar seperti Bangladesh, Pakistan, dan India. Begitu juga dengan Afrika, banyak pakaian dari kita yang laku di sana karena harganya ekonomis dan cukup bersaing,” jelas Zulkifli Hasan.
Optimisme Lampaui Target
Dengan jumlah buyer yang terdaftar, Mendag Budi, optimisme target transaksi TEI 2026 dapat terlampaui. Transaksi yang ditargetkan mencapai US$ 17,5 miliar dengan total pengunjung sebanyak 30.000 orang.
“Saya mendapatkan laporan bahwa transaksi TEI 2025 mencapai US$ 22,8 miliar dan melebihi target yang telah ditentukan sebelumnya US$ 16 miliar. Jadi, saya meminta agar tahun ini juga dapat melampaui target yang ada,” ujar Prabowo.
Menurutnya, target ini dapat dicapai karena semakin kuatnya desain produk nasional, perluasan akses pasar, serta antusiasme para pembeli dan mitra dagang internasional. Presiden Prabowo juga mendorong seluruh tim pameran dan pelaku usaha untuk membantu melampaui target tahun ini.
“Pelaksanaan Trade Expo Indonesia 2026 ini merupakan bentuk kesiapan Indonesia dalam rantai pasok global. Untuk itu, kita semua berharap TEI 2026 dapat diselenggarakan secara sukses dan mencapai transaksi yang maksimal,” tutupnya.




