Sail Nias 2019 Diharapkan Tarik Investasi Pariwisata ke Sumatra Utara

Wednesday, 20 March 19   66 Views   0 Comments   Harry Purnama
Sail Nias 2019

Perhelatan Sail Nias 2019 diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi, khususnya di sektor pariwisata, ke Sumatera Utara dan sekitarnya sekaligus mempercepat terwujudnya Nias sebagai gerbang destinasi wisata bahari dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly dan Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka Sail Nias 2019 yang akan digelar pada Juli 2019.

“Pelaksanaan Sail Nias ini untuk mempercepat pembangunan, mempromosikan destinasi kita, dan mengembangkan rute pelayaran kapal di Indonesia, terutama Kepulauan Nias,” kata Puan.

Dalam sambutannya sebagai panitia nasional Sail Nias 2019, Puan menyebut acara ini memiliki efek positif yang besar bagi Indonesia. Lainnya, acara ini menjadi tonggak bagi pemerintah daerah untuk membangun wilayahnya sekaligus menggaet lebih banyak investor masuk.

“Nias belum punya akomodasi yang representatif di sana. Jangan sampai yang dilakukan ini tidak berguna selanjutnya. Perlu gotong-royong pemerintah pusat dan daerah untuk menarik investor,” ujar Puan.

Kepulauan Nias memang punya potensi wisata bahari yang baik. Ombaknya dikenal dunia sebagai spot selancar terbaik di samping atraksi lompat batunya juga menjadi ciri khas tersendiri.

Sail Nias 2019 mengangkat tema “Nias Menuju Gerbang Destinasi Wisata Bahari Dunia”. Yasonna Laoly yang juga sebagai Ketua Panitia Nasional Sail Nias 2019 menyebut sektor pariwisata adalah andalan pemasukan devisa bagi Indonesia saat ini.

“Sektor pariwisata bahari Nias adalah sektor andalan, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo. Nias punya potensi kelautan dan keindahannya,” ujar Yasonna.

Sail Nias 2019 akan berlangsung di lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias, di mana selama tiga bulan akan ada 18 rangkaian kegiatan.

“Puncak acara akan diadakan di Teluk Dalam Nias Selatan pada 14 September 2019. Beberapa kegiatannya antara lain Wonderful Nias Expo 2019, kejuaraan selancar internasional WS: QS 1500, pergelaran budaya, hingga bhakti sosial oleh TNI AL,” ujar Yasonna.

Sementara itu, Arief Yahya mengatakan, Nias memiliki potensi wisata kelas dunia, yakni sebagai lokasi selancar terbaik dunia yang juga memiliki daya tarik wisata sejarah (arkeologi) megalitikum yang hingga kini terawat dengan baik.

“Sektor pariwisata Nias secara khusus oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya pada 19 Agustus 2016 yang lalu telah ditetapkan sebagai sektor unggulan selain perikanan dan kelautan,” kata Arief Yahya.

Arief Yahya menjelaskan, pengembangan pariwisata Nias telah didukung dengan unsur 3A (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai sehingga mempermudah wisatawan yang berkunjung, khususnya wisman yang dalam empat tahun terakhir ini rata-rata mencapai 240.000 orang per tahun, dan pada 2018 mencapai 301.305 wisman.

Untuk aksesibilitas, kata Arief Yahya, Nias memiliki bandara yang setiap hari sudah ada penerbangan langsung dari Jakarta, Medan, dan Padang. Begitu juga untuk transportasi laut dilayani dengan rute pelayaran Gunung Sitoli-Sibolga setiap hari ditempuh dalam 8 jam, dan Teluk Dalam-Sibolga, Teluk Dalam-Tello-Padang, dan Gunung Sitoli-Padang.