Bandung, Venuemagz.com – ISCEA Indonesia berhasil menyelenggarakan Supply Chain Connex – Ramadhan Edition pada 6 Maret 2026 di Aroem Bandung, Resto & Café. Acara ini membahas berbagai isu strategis dalam perencanaan dan ketahanan rantai pasok.
Mengangkat tema “Building Resilient Supply Chains: Strategic Planning Beyond Cost Efficiency”, acara ini menghadirkan para praktisi, akademisi, dan profesional dari berbagai sektor industri. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 67 orang dengan 66 persen berasal dari kalangan manajer dan senior staf yang mewakili industri seperti logistik dan FMCG.

Diskusi yang diangkat dalam acara ini membahas permasalahan terkait resilient supply chain yang dialami oleh praktisi industri. Sejumlah narasumber dari kalangan profesional telah dihadirkan untuk membahas diskusi ini dengan seorang moderator Prof. I Nyoman Pujawan.
Materi pertama dibawakan oleh Santony selaku General Management Office dari Sinarmas Mining. Ia mengupas bagaimana strategi dan rencana supply chain dapat diterjemahkan menjadi eksekusi yang menghasilkan dampak nyata bagi bisnis.
Santony membahas berbagai celah yang kerap muncul antara perencanaan dan kondisi operasional di lapangan, serta membagikan kerangka praktis yang membantu perusahaan menyelaraskan strategi dengan pelaksanaan. Perspektif yang diberikan membuat peserta memahami pentingnya proses eksekusi yang tepat untuk mencapai hasil bisnis yang terukur.
Narasumber lainnya ada Mr. Ryan Ching yang menghadirkan materi tentang peran krusial perencanaan dan pengambilan keputusan dalam membangun supply chain yang tangguh. Ia menyoroti bagaimana perencanaan yang lebih cerdas memungkinkan organisasi merespon disrupsi dengan lebih cepat dan adaptif.
Ryan juga membagikan pendekatan praktis serta pembelajaran dari pengalaman industri. Ia mendorong peserta untuk beralih dari pola pikir reaktif menuju keputusan yang lebih proaktif di seluruh proses rantai pasok.
Ketiga ada Stefani Adi yang menyampaikan sudut pandang strategis mengenai pentingnya fulfillment network dalam mendukung ketahanan supply chain. Materi ini menjelaskan bagaimana desain jaringan pemenuhan yang tepat dapat menjadi fondasi bagi keberlangsungan bisnis dan keandalan layanan.
Stefani juga memaparkan trade-off strategis antara efisiensi biaya, kualitas layanan, dan fleksibilitas. Materi ini memberikan pemahaman mendalam bahwa resilience tidak dapat dibangun hanya melalui efisiensi, tetapi melalui struktur operasional yang responsif dan terencana dengan baik.

Usai sesi diskusi berakhir, acara ditutup dengan buka puasa bersama dan berjejaring antar peserta. Waktu ini menjadi momen bagi para peserta yang ingin melebarkan koneksinya sekaligus berdiskusi lebih lanjut mengenai potensi kolaborasi dan tren terbaru di bidang supply chain.




