Tangerang, Venuemagz.com – Mengenali asal biji kopi, memahami karakter rasanya, hingga menentukan tingkat sangrai menjadi tantangan bagi sembilan peserta Kiroc (KRISTA InterFOOD Roasting Competition) pada hari kedua pameran KRISTA InterFOOD 2026, Kamis (5/11/2026), di NICE PIK 2, Tangerang, Banten.
Kompetisi ini mempertemukan roaster dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka ditantang mengolah biji kopi mentah atau green bean menjadi biji kopi sangrai (roasted bean) sesuai karakter bahan baku dan perencanaan yang telah dibuat.
Rahmat Indra, Head Crew Kiroc, menjelaskan bahwa peserta tidak langsung berhadapan dengan mesin sangrai. Pada hari pertama, mereka lebih dulu diperkenalkan dengan mesin dan peralatan yang akan digunakan selama kompetisi.
Peserta juga harus mempelajari asal biji kopi atau origin, varietas, serta proses pasca-panennya. Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk menentukan pendekatan dan metode sangrai yang tepat.
Setelah mengenali bahan baku dan karakter mesin, peserta menyusun roasting plan. Rencana ini kemudian menjadi acuan untuk menghasilkan biji kopi sangrai. Juri akan melihat kesesuaian antara perencanaan dengan hasil akhir yang diperoleh peserta.
Panitia menyiapkan lima origin biji kopi yang terdiri dari Arabika dan Robusta. Untuk Robusta, bahan baku berasal dari Temanggung, Jawa Tengah, dan Pagar Alam, Sumatera Selatan. Adapun bahan baku Arabika berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
Dalam kompetisi ini, Robusta menggunakan kategori commercial grade, sedangkan Arabika masuk kategori specialty. Perbedaan karakter biji kopi tersebut membuat peserta perlu menyesuaikan teknik sangrai agar potensi setiap bahan baku dapat diolah secara optimal.
Pada kompetisi di KRISTA InterFOOD 2026 penilaian dilakukan oleh enam juri, termasuk seorang head judge. Para juri memiliki keahlian dalam penilaian sensori atau sensory judging, yang digunakan untuk mengevaluasi hasil sangrai.
Menurut Rahmat, proses roasting memiliki peran penting dalam rantai industri kopi. Setelah biji kopi dihasilkan dari sektor hulu, proses sangrai menjadi tahapan yang menentukan bagaimana karakter bahan baku dikembangkan sebelum digunakan oleh industri hilir.
Karakter hasil sangrai juga disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kopi yang akan diolah menjadi minuman berbasis espresso, misalnya, membutuhkan profil sangrai yang dapat berbeda dari kopi untuk metode seduh filter.
Hasil sangrai selanjutnya dapat dipasarkan kepada pelaku usaha maupun konsumen langsung. Untuk pasar bisnis atau business-to-business (B2B), transaksi biasanya dilakukan melalui kontrak dengan harga yang disepakati bersama. Sementara itu, penjualan dalam kemasan sekitar 1–5 kilogram banyak menyasar pelaku usaha kecil, seperti kafe dan UMKM.
Rahmat melihat perkembangan kompetisi roasting di Indonesia dalam tiga hingga empat tahun terakhir cukup menggembirakan. Antusiasme roaster mengikuti berbagai kompetisi nasional maupun internasional terus terlihat. Di sisi lain, semakin banyak pula penyelenggara pendidikan nonformal yang memberikan pelatihan khusus mengenai teknik sangrai kopi.
Melalui Kiroc, ia berharap semakin banyak roaster Indonesia memperoleh kesempatan menguji kemampuan dan meningkatkan pengalaman. Kompetisi juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kualitas biji kopi dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi Menambah Aktivitas Pameran
Kehadiran Kiroc menjadi salah satu kegiatan yang meramaikan rangkaian KRISTA InterFOOD 2026. Di tengah aktivitas transaksi dan promosi produk makanan serta minuman, kompetisi ini menghadirkan kegiatan yang memperlihatkan proses pengolahan kopi secara langsung kepada pengunjung.
Bagi penyelenggaraan pameran dagang, kegiatan seperti kompetisi memberikan nilai tambah di luar aktivitas di area stan. Pengunjung tidak hanya melihat produk yang dipasarkan, tetapi juga dapat mengenal keterampilan dan proses di balik produk tersebut.
Dari sisi industri MICE, kompetisi juga membuka ruang pertemuan bagi roaster, pelaku usaha kopi, pemasok bahan baku, dan pihak lain yang berkaitan dengan industri kopi. Interaksi semacam ini menjadi bagian dari fungsi pameran sebagai tempat membangun jejaring sekaligus berbagi pengetahuan.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan pendukung seperti Kiroc turut memperluas fungsi KRISTA InterFOOD 2026. Pameran tidak hanya menjadi tempat mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga ruang bagi pelaku industri untuk menunjukkan kemampuan, bertukar pengalaman, dan melihat perkembangan sektor usaha yang mereka geluti.




