BerandaEventTantangan Industri Furnitur dan Kerajinan Indonesia dalam Menarik Investor Asing

Tantangan Industri Furnitur dan Kerajinan Indonesia dalam Menarik Investor Asing

Published on

spot_img

Saat ini, kontribusi ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia hanya sekitar US$3-4 miliar dolar. Sementara, total perdagangan furnitur dan kerajinan dunia mencapai US$600 miliar tahun. Angka ini tentu masih sangat minim dan menjadi PR besar bagi pemerintah dan pelaku industri dalam negeri.

Untuk itu, Dyandra Promosindo dan HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) kembali akan menggelar pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) pada 29 Februari hingga 3 Maret 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara terbesar di industri furnitur dan kerajinan di Indonesia ini menjadi wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk menjaring investor potensial dari mancanegara.

BACA JUGA:  Indofest 2023 Pulang Kampung

HIMKI bersama Dyandra Promosindo berupaya memanfaatkan IFEX 2024 sebagai sarana untuk menjaring investor dan pembeli baru dari Asia dan wilayah emerging market lainnya, menggantikan pasar Amerika dan Eropa yang mengalami perlambatan.

Dalam sesi Weekly Brief with Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, bersama Direktur Utama Dyandra Promosindo Daswar Marpaung serta Ketua Umum HIMKI Abdul Sobar membahas strategi untuk meningkatkan daya saing produk furnitur dan kerajinan Indonesia di pasar global.

BACA JUGA:  IFEX 2026 Perluas Area Pameran, Optimistis Jadi Destinasi Utama Pembeli Internasional 

Beberapa tantangan yang dihadapi pelaku industri furnitur dan kerajinan nasional antara lain, persaingan produk dari Vietnam, dan China yang relatif lebih murah, stigma negative soal produk Indonesia yang dianggap kurang berkualitas, hingga kurang gencarnya promosi dan edukasi kepada calon pembeli mancanegara.

Selain pameran, IFEX 2024 juga menggelar sejumlah seminar dan workshop guna meningkatkan kualitas industri dalam negeri melalui transfer pengetahuan. Di samping itu, apresiasi diberikan kepada para pelaku usaha melalui pemberian penghargaan terhadap produk dan booth terbaik sepanjang pameran berlangsung.

BACA JUGA:  Ikatan Arsitek Indonesia Adakan Pameran dan Konferensi ARCH:ID

Menjelang dibukanya IFEX 2024, pengunjung dan pembeli yang berminat menghadiri dapat melakukan pra-registrasi online secara gratis di website resmi IFEX hingga 28 Februari 2024. Setelah itu, biaya registrasi onsite adalah Rp165.000 (29 Februari -2 Maret 2024) dan Rp100.000 (3 Maret 2024). Informasi IFEX 2024 selengkapnya dapat disimak melalui situs web resmi penyelenggara acara di https://ifexindonesia.com/.

spot_img
spot_img

Ini Layanan Publik Pemprov DKI Jakarta yang Hadir di Jakarta Fair 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 tengah digelar di Jakarta International Expo...

Pekan Raya Grogol 2026 Siap Digelar di Aston Kartika Grogol

Jakarta, Venuemagz.com – Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Pemerintah Kota...

Teknologi Mengubah Cara Memilih Destinasi, Kepercayaan Tetap Menjadi Kunci

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai mengubah wajah industri pariwisata global, termasuk di Indonesia....

Wisata Medis di Malaysia Masih Menjadi Favorit Warga Indonesia

Jakarta, Venuemagz.com -- Indonesia masih menjadi pasar utama bagi sektor wisata medis Malaysia. Hal...

IFEX 2026 Tampilkan Desain Furnitur Unggulan Nasional untuk Pasar Global

Jakarta, Venuemagz.com -Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 kembali digelar sebagai platform strategis...

IFEX 2026 Perluas Area Pameran, Optimistis Jadi Destinasi Utama Pembeli Internasional 

Jakarta, Venuemagz.com - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) bersama Dyandra Promosindo kembali...

IFEX 2024 Pacu Tumbuhnya Industri Furnitur Indonesia dan Buka Peluang Pasar Global

Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2024 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran pada 29 Februari...