Selain itu, Kementerian Perdagangan juga akan menghadirkan perusahaan shipping atau freight forwarder supaya para buyer bisa bertanya langsung tentang harga kirim barang per kontainer maupun mengirim langsung barangnya.
Pada perhelatan Trade Expo Indonesia tahun lalu, jumlah transaksinya mencapai US$8,49 miliar, atau meningkat lima kali lipat dibandingkan perhelatan tahun sebelumnya. Dody mengatakan, meningkatnya transaksi tersebut secara drastis karena adanya program investasi ke Indonesia.
“Kita ingin tahun ini ada peningkatan juga, meskipun sedang adanya perlambatan ekonomi dan perang dagang Cina dengan Amerika. Targetnya naik 10-15 persen,” ujar Dody.
Trade Expo Indonesia 2019 akan terdiri dari zona pameran produk potensial dan unggulan nasional, dengan rincian Kuliner Nusantara (Nusantara Culinary) berada di hall 1 & 10; Produk Lokal Unggulan (Local Champion Product) di hall 2; Produk Kreatif dan Premium (Premium & Creative Product) di hall 3 dan 3A; Produk Manufaktur dan Jasa (Manufacturing Products dan Services) di hall 5 dan 6; Produk Makanan dan Minuman (Food & Beverage Product) di hall 7 & 8; serta Produk Dekorasi dan Furnitur (Furniture & Home Decor) di hall 9.
Trade Expo Indonesia 2019 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung, seperti Forum Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi (Trade, Tourism and Investment/TTI Forum) yang terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain seminar, lokakarya, temu wicara, diskusi regional, kompetisi ekspor perusahaan rintisan, dan konseling bisnis.




