Jakarta, Venuemagz.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Pemerintah Kota Tomohon membahas penguatan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 sebagai upaya mengembangkan festival ini menjadi platform ekonomi kreatif berbasis florikultura dan kekayaan intelektual (IP) daerah. Langkah tersebut diharapkan memperkuat identitas Kota Tomohon sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.
“Harapannya TIFF tidak sekadar menjadi festival, tetapi menjadi platform pengembangan ekonomi kreatif. Identitas festival perlu diperkuat melalui tema dan narasi yang khas sehingga memiliki karakter yang kuat dan mudah dikenali,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar saat menerima audiensi Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (14/7).
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kota Tomohon mengundang Kementerian Ekraf untuk menghadiri sekaligus membuka TIFF 2026 yang akan berlangsung pada 7–12 Agustus 2026.
Tomohon International Flower Festival merupakan festival internasional yang telah diselenggarakan sejak 2008 dan menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara. Agenda utama festival meliputi Tournament of Flowers, Tomohon Flower Carnival, serta Tourism, Trade, Investment, and Floriculture Expo yang menghadirkan ruang promosi, pameran, dan business matching bagi pelaku ekonomi kreatif.
“Tomohon International Flower Festival kami selenggarakan untuk memperkenalkan Kota Tomohon sebagai kota bunga sekaligus membuka peluang investasi dan menggerakkan perekonomian masyarakat. Seluruh bunga yang digunakan berasal dari petani Tomohon dan kendaraan hias dirancang oleh desainer serta dekorator lokal, sehingga festival ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di Tomohon,” ujar Caroll Joram Azarias Senduk.

Dessy Ruhati, Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif, menambahkan bahwa kolaborasi dengan komunitas dan asosiasi desain perlu diperkuat untuk meningkatkan kualitas kurasi kendaraan hias sekaligus memperluas keterlibatan subsektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, kriya, musik, dan seni pertunjukan. Pemanfaatan teknologi digital melalui QR Code dan sistem partisipasi pengunjung juga dinilai dapat meningkatkan pengalaman festival sekaligus mendukung evaluasi penyelenggaraan.
Selain Tomohon International Flower Festival 2026, Irene juga menyoroti potensi bunga krisan sebagai identitas ekonomi kreatif Kota Tomohon. Menurutnya, pengembangan produk turunan berbasis krisan, seperti teh, minyak esensial, maupun produk kreatif lainnya, dapat memperkuat ekosistem florikultura sekaligus menciptakan nilai tambah bagi petani, pelaku usaha, sektor perhotelan, restoran, hingga industri kreatif daerah.






