Traveloka EPIC SALE Sukses Dengan 5,8 Juta Pengunjung

Thursday, 19 November 20 Bonita Ningsih
Traveloka EPIC SALE

Pekan lalu, Traveloka baru saja menyelesaikan program Traveloka EPIC SALE 2020. Digelar sejak 5 November hingga 11 November 2020, Traveloka EPIC SALE 2020 berhasil mengalahkan kesuksesan dari EPIC SALE yang digelar pada Oktober tahun lalu.

Kesuksesan EPIC SALE kali ini dapat dilihat dengan meningkatnya traffic pengguna di platform Traveloka selama acara berlangsung. Tercatat ada 5,8 juta kunjungan selama satu pekan, yang artinya naik sebanyak 2,5 kali lipat jika dibandingkan dengan traffic saat pandemi awal. Pencapaian lainnya yang juga didapat selama acara berlangsung ialah peningkatan rekor transaksi hingga 13 kali lipat untuk unit bisnis akomodasi.

Selain melalui aplikasi Traveloka, EPIC SALE juga dilaksanakan melalui live streaming melalui media sosial Traveloka dan aplikasi versi 3.20 ke atas. Selama program berlangsung, live streaming dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Tak kalah dari EPIC SALE di aplikasi Traveloka, live streaming bertajuk “Traveloka EPIC LIVEstyle” ini juga berhasil meraih kesuksesan dengan 3,8 juta penonton. Padahal, sebelumnya pihak Traveloka hanya menargetkan 1 juta penonton untuk kegiatan live streaming Traveloka EPIC LIVEstyle.

BACA JUGA:   Nikmati Diskon Lebih Besar di Traveloka EPIC Hour

“Bahkan, jumlah ini 2,5 kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan live streaming biasanya yang sudah kami lakukan sepanjang bulan Mei hingga Oktober 2020,” kata Shirley Lesmana, VP Marketing Accommodation Traveloka.

Shirley mengatakan, tingginya peningkatan traffic dan transaksi saat Traveloka EPIC SALE memperlihatkan bahwa banyak masyarakat yang sudah merindukan untuk liburan. Oleh karenanya, program promosi ini menjadi salah satu angin segar bagi para pengguna untuk merealisasikan keinginannya yang sempat tertunda selama pandemi.

Selain itu, program ini juga sebagai salah satu upaya Traveloka untuk mendukung pemerintah dalam membangkitkan dan menggerakkan kembali sektor pariwisata Indonesia. Dengan adanya pergerakan pariwisata diharapkan dapat mengaktifkan operasi bisnis berbagai pelaku usaha wisata yang telah patuh terhadap protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety & Environment (CHSE).

BACA JUGA:   Nikmati Musim Dingin di Gangwon Snow Festa

“Kenyamanan mitra dan para pengguna merupakan prioritas utama kami. Oleh sebab itu, kami fokus terhadap pelaku pariwisata yang sudah menerapkan protokol CHSE,” Shirley menambahkan.

Kesuksesan program Traveloka EPIC SALE 2020 juga menjadi bukti bahwa kepercayaan wisatawan terhadap protokol kesehatan yang dilakukan pelaku pariwisata sudah mulai kembali pulih. Selain itu, persiapan infrastruktur dari berbagai destinasi wisata juga menjadi faktor utama yang diperhatikan dalam mengikuti EPIC SALE.

Selama program berlangsung, Traveloka telah menggandeng lebih dari 10.500 mitra yang meliputi hotel, penerbangan, makanan-minuman, asuransi,  Xperience, bus, rental mobil, hingga antar-jemput bandara. Traveloka EPIC SALE juga telah berhasil membantu lebih dari 190.000 pekerja industri pariwisata Indonesia yang tengah mengalami kesulitan selama masa pandemi.

Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengapresiasi program promosi yang telah diselenggarakan oleh Traveloka. Menurutnya, program berbasis teknologi ini sejalan dengan kampanye dari Kemenparekraf, yakni #DiIndonesiaAja dan InDOnesia CARE atau yang biasa disebut I DO CARE. Kampanye I DO CARE bertujuan untuk memastikan seluruh industri pariwisata telah melaksanakan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan lestari (CHSE) di seluruh alur perjalanan wisatawannya.

BACA JUGA:   Festival Nusa Penida Promosikan Destinasi Baru Di Bali

“Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berwisata dengan tetap menerapkan protokol-protokol CHSE. Gerakan ini diharapkan dapat kembali meningkatkan pemulihan perekonomian nasional melalui konsumsi sektor pariwisata,” ungkap Nia.