BerandaEventWorld Conference on Creative Economy 2026 Hadirkan Peserta dari 80 Negara

World Conference on Creative Economy 2026 Hadirkan Peserta dari 80 Negara

Published on

spot_img

Jakarta, Venuemagz.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui forum ini, Indonesia turut menyiapkan dokumen Jakarta Vision for Creative Economy sebagai dasar pembentukan agenda kebijakan ekonomi kreatif di tingkat global.

“WCCE sejak awal bukan hanya forum diskusi, tetapi platform untuk menyusun agenda kebijakan internasional. Fokusnya adalah memastikan ekonomi kreatif masuk dalam prioritas global dengan output yang terukur,” ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif RI.

Peluncuran The 5th World Conference on Creative Economy dihadiri oleh 27 perwakilan kementerian/lembaga, 70 perwakilan asosiasi bisnis, dan 48 perwakilan media. Kehadiran juga mencakup organisasi internasional seperti British Council dan US-ASEAN Business Council, serta perwakilan negara sahabat antara lain Filipina, Malaysia, dan Rusia.

BACA JUGA:  Jakarta International BNI Java Jazz Festival 2023 Hadirkan Lebih dari 140 Line Up

The 5th World Conference on Creative Economy akan diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, dan ditargetkan melibatkan sekitar 80 negara. Forum ini mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri, akademisi, komunitas, serta investor dalam satu platform yang mengintegrasikan perumusan kebijakan dan kerja sama bisnis.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, World Conference on Creative Economy telah berkontribusi pada lahirnya dua resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2019 dan 2023. Pada edisi 2026, Indonesia menargetkan penyusunan Jakarta Vision for Creative Economy sebagai dasar pengajuan resolusi lanjutan di Sidang Majelis Umum PBB.

“Dokumen Jakarta Vision akan dirumuskan bersama negara peserta dan ditujukan untuk menjadi resolusi berikutnya di PBB, sehingga ekonomi kreatif memiliki pijakan kebijakan yang lebih kuat secara global,” ujar Teuku.

Kinerja sektor ekonomi kreatif nasional menjadi dasar penguatan posisi Indonesia dalam forum tersebut. Pada 2024, kontribusinya mencapai Rp1.611,15 triliun atau 7,28% terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional.

BACA JUGA:  Jakarta Fashion Trend 2023 Hadirkan Busana Etnik Kontemporer Hingga Syar’i

Pada 2025, capaian utamanya meliputi ekspor sebesar US$31,94 miliar, investasi sebesar Rp183,01 triliun, serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang.

Angka tersebut menjadi landasan untuk mendorong target kontribusi PDB ekonomi kreatif sebesar 8,0–8,4% pada 2029, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi kreatif.

World Conference on Creative Economy 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor yang menggabungkan forum kebijakan, pertemuan bilateral, dan business matching untuk menghasilkan kesepakatan serta kerja sama konkret.

Salah satu komponen utama adalah Creativillage yang menjadi ruang integrasi antara pameran, interaksi bisnis, dan aktivasi industri yang terhubung dengan Screenverse dan KultKreo.

Screenverse merupakan platform terintegrasi berskala internasional yang menghubungkan ekosistem industri berbasis layar seperti film, serial, gim, streaming, dan konten digital dalam satu ruang kolaboratif yang mempertemukan kreator, studio, platform, dan investor untuk mendorong investasi serta distribusi karya ke pasar global.

BACA JUGA:  Belajar Sustainable Event & MICE Melalui Diplomasi Budaya dari Samsara Bali

Sementara KultKreo berfokus pada penguatan talenta ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) melalui pengembangan karya, perlindungan hak cipta, dan perluasan akses pasar, khususnya pada subsektor fesyen, musik, dan budaya populer.

Dian Permanasari, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, menambahkan bahwa forum ini juga memfasilitasi pertemuan bilateral dan business matching lintas negara untuk mempercepat realisasi kerja sama.

“Melalui skema pertemuan antar-pemerintah dan pelaku usaha, WCCE membuka ruang implementasi kerja sama yang dapat ditindaklanjuti secara langsung,” ujarnya.

WCCE 2026 menjadi bagian dari rangkaian Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang mengaktivasi kegiatan ekonomi kreatif di berbagai daerah secara nasional.

spot_img

Samara Lombok Menjadi Destination by Hyatt Pertama di Asia Tenggara

Lombok, Venuemagz.com -- Samara Lombok baru saja mengamankan investasi penting dari Westgrove. Dengan demikian,...

FLOII Expo 2026 Resmi Diluncurkan, Hadirkan Program yang Lebih Luas dan Kolaboratif

Jakarta, Venuemagz.com - Dyandra Event Solutions resmi meluncurkan Floriculture Indonesia International (FLOII) Expo 2026....

Musisi Muda Bernadya hingga Idgitaf Siap Meriahkan Panggung Indonesia Women 2026

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, Indonesia Women Fest 2026 akan digelar. Acara persembahan...

ARTOTEL Sanur Bali Hadirkan Promo Staycation dan Kuliner Plant-Based

Bali, Venuemagz.com – ARTOTEL Sanur Bali, hotel butik bertema seni dan gaya hidup di...