ARTOTEL Group Berlayar di Labuan Bajo dan Raja Ampat

Thursday, 11 July 19   10 Views   0 Comments   Harry Purnama
Malaillo

Kapal pinisi awalnya merupakan kapal layar tradisional untuk angkut barang khas Indonesia, khususnya dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan pada masa lalu. Kini, di era globalisasi, kapal pinisi berubah menjadi kapal pesiar/wisata komersial dengan interior mewah dan menyediakan berbagai fasilitas, seperti peralatan menyelam, wisata bahari dengan awak yang terlatih, dan diperkuat dengan teknologi modern.

ARTOTEL Group dengan bangga mengumumkan ekspansi jaringan hospitality terbarunya yang merambah ke kapal pinisi dengan ditandatanganinya kesepakatan kerja sama manajemen antara ARTOTEL Group dan PT Siji Sysstima.

ARTOTEL Group ditunjuk oleh pemilik kapal pinisi, PT Siji Sysstima, untuk menyediakan jasa layanan hospitality kapal layar pinisi mereka dengan nama MALAILLO, yang artinya ‘Senandung yang tak ada hentinya’, diambil dari kata Bugis kuno.

Kapal dengan panjang 45 meter ini dapat mengangkut maksimal 45 orang, yang terdiri dari 18 orang tamu dan sisanya para awak kapal, lengkap dengan fasilitas di dalam kapal seperti delapan kamar, restoran, lounge, dek berjemur, koneksi internet, dan perlengkapan menyelam. Dengan desain elegan, kapal Malaillo ini dibuat langsung di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan, tempat asal kapal–kapal pinisi dibuat. Diharapkan kapal Malaillo akan berlayar dengan rute Labuan Bajo dan Raja Ampat pada bulan Maret 2020. Kapal ini dapat disewa secara privat, baik untuk kebutuhan keluarga, perusahaan, maupun acara pernikahan.

Eduard Rudolf Pangkerego, COO ARTOTEL Group, mengatakan, “Kami sangat bangga telah ditunjuk oleh Bapak Basha G. Himawan, CEO PT Siji Sysstima, sebagai operator hospitality kapal pinisi mereka. Hal ini memperluas jaringan layanan perusahaan kami, yang tidak hanya mengelola hotel di daratan, tapi juga di laut. Sebagai operator kapal Malaillo, kami akan menciptakan pengalaman berwisata bahari ala ARTOTEL, mulai dari interior kamar yang mewah dengan sentuhan seni yang menampilkan karya seni para seniman lokal Indonesia, penyediaan makanan dan minuman sepuasnya selama 24 jam, berbagai kegiatan seni yang akan diselenggarakan selama kapal berlayar, seperti pameran & workshop seni, hingga hiburan musik. Kapal ini didukung juga oleh penggunaan teknologi mutakhir untuk koneksi internet tanpa batas sehingga kami yakin Malaillo dapat menjadi kapal pinisi pilihan para wisatawan, lokal dan internasional, dan turut andil memajukan wisata bahari Indonesia di kancah internasional.”