BerandaHotelBisnis Hotel Malaysia Terganggu Hingga Kuartal Ketiga

Bisnis Hotel Malaysia Terganggu Hingga Kuartal Ketiga

Published on

spot_img

Penyebaran virus Corona yang semakin masif membuat hotel-hotel di Malaysia mengalami kerugian. Untuk melihat jumlah kerugian bisnis yang didapat, pada 20 Maret 2020 lalu Malaysian Association of Hotels (MAH) atau Asosiasi Hotel Malaysia melakukan survei terkait hal ini.

Survei dilakukan di 14 wilayah berbeda dengan memilih beberapa hotel sebagai sampelnya, yakni di Johor, Kedah, Langkawi, Kelantan, Kuala Lumpur, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Pulau Pinang, Perak, Sabah, Serawak, Selangor, dan Terengganu.

BACA JUGA:  Sejarah, Rasa, dan Ketenangan Bertemu di House of Tugu Jakarta

Hasil survei mengatakan bahwa penurunan bisnis hotel ini akan terjadi hingga Juni 2020. Namun, dengan diperpanjangnya masa Movement Control Order (MCO) atau perintah untuk mengontrol gerakan yang dibuat pemerintah setempat, dapat dipastikan bisnis hotel akan semakin anjlok. Dalam kebijakannya, pemerintah Malaysia melakukan MCO sejak 18 Maret hingga 28 April 2020.

“Padahal kami dari industri hotel berharap MCO akan berakhir 31 Maret 2020 saja agar kami bisa cepat bergerak,” kata Yap Lip Seng, Chief Executive Officer Malaysian Association of Hotels.

BACA JUGA:  Pembatasan Kegiatan Diperpanjang, Hotel di Malaysia Minta Keringanan

Menurutnya, dengan mempercepat masa MCO, pariwisata domestik akan cepat pulih agar hotel-hotel di Malaysia dapat segera membenahi bisnisnya. Di tengah kondisi seperti ini, pasar domestik yang diunggulkan karena pariwisata dunia masih terhambat.

Dalam surveinya, MAH telah memilih 94.000 kamar hotel yang akan dijadikan sampel penelitian. Dari jumlah kamar tersebut, didapatkan hasil bahwa pada April 2020 tingkat hunian hotel hanya mencapai 16 persen. Kemudian pada bulan Mei 2020 akan ada peningkatan tingkat hunian di angka 19 persen dan di bulan Juni 2020 hanya mencapai rata-rata 25 persen.

BACA JUGA:  Let’s Dance & Dine This Valentine, Dinner romantis di YELLO Hotel Paskal Bandung

Kendati mengalami kenaikan tingkat hunian dari bulan sebelumnya, angka 25 persen di bulan Juni masih terbilang rendah. Menurutnya, angka tersebut diartikan sebagai pemulihan yang lambat dari industri pariwisata dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Perdana, Event Fashion SEDASA Hadir di Jakarta

Jakarta, Venuemagz.com - Untuk pertama kalinya, event fashion SEDASA hadir di Jakarta. SEDASA lahir...

Rayakan HUT Jakarta dengan Promo Plesiran di Jakarta Bersama Properti Ascott 

Jakarta, Venuemagz.com - The Ascott Limited (Ascott), perusahaan perhotelan internasional dan unit bisnis akomodasi...

Hammersonic 2026: 10 Tahun Paling Brutal, Line Up Global Menggila

Jakarta, Venuemagz.com - Hammersonic tidak sedang merayakan ulang tahun, mereka sedang menegaskan dominasi. Masuk...

Dyandra Media International Catatkan Pertumbuhan Positif pada Kuartal I 2026

Jakarta, Venuemagz.com – PT Dyandra Media International Tbk. (Dyandra) mengumumkan kinerja keuangannya pada 29...

Pembatasan Kegiatan Diperpanjang, Hotel di Malaysia Minta Keringanan

Masifnya penyebaran virus Corona di Malaysia membuat pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan Movement Control Order...