“Hotel di sini tidak pernah mencapai tingkat hunian rata-rata hanya 25 persen. Ini baru sekali dalam sejarah kami bahwa tingkat hunian akan mencapai angka terendah,” ucapnya lagi.
Apalagi, ditambah dengan masa MCO yang diperpanjang, membuat tingkat hunian di bulan berikutnya kembali di angka terendah. Oleh karenanya, Malaysian Association of Hotels memprediksi akan terjadi penurunan tingkat hunian kamar hotel hingga kuartal ketiga tahun 2020.
“Perkiraan kami akan terganggu bisnisnya hingga Juni, secara otomatis akan jadi panjang paling tidak dua bulan kemudian. Ini akibat diperpanjangnya masa MCO,” dia menambahkan.
Dengan begitu, MAH berharap masa pemulihan bisnis hotel dapat terjadi paling cepat di bulan Oktober 2020. Ia meminta seluruh pelaku usaha perhotelan menyiapkan strategis bisnis terbaiknya untuk bangkit dari keterpurukan ini.
“Setelah mengalami kerugian lebih dari delapan bulan, sudah saatnya kita melakukan pemulihan. Kami juga berharap di tiga bulan sebelum masa pemulihan itu, industri hotel sudah dapat mencatat laba di pembukuannya,” ungkapnya lagi.




